Berbicara soal gak sesuai dengan
rencana terkadang bikin kita marah, sebel, kesel de el el. Misalnya kita udah
mau rencanain jalan-jalan ke pantai trus uda bikin konsep yang mantap, nah pas
mau eksekusi ada aja halangan yang bikin rencana itu gak jadi! Kalo uda kayak
gini udah pasti patah semangat dan bilang "Udah malas ahhhh.
yasudahlah!!! " dan ujung-ujung nya
pelampiasan kemarahan kita pasti ke Tuhan (walaupun hanya
karena perkara planning jalan-jalan nya batal). Akhirnya kita bilang kayak
gini : "Tuhan , kenapa harus seperti ini sih? Padahal ini uda mantap
banget. Apasih maksud Tuhan?". (Aku pernah suka marah-marah model
kayak gini, meski hanya perkara jalan-jalan aja) hehehe :p .
Nah, jika planning jalan-jalan
aja udah batal dan kita marah-marah gak jelas , nah gimana dengan rencana kita
yang mungkin menyangkut suatu rencana penting dalam hidup kita dan biasanya
menyangkut masa depan kita. Well, bisa aja rencana mau beli rumah, saldo
tabungan yang mau dicapai, atau bahkan tanggal pernikahan yang udah
direncanakan, atau rencana apapun yang kita anggap mesti harus di capai dalam
waktu dekat ini. Jika rencana itu ternyata gak terjadi, kita pasti akan marah, kecewa dan bilang sama Tuhan kenapa ini harus
terjadi? Namun jika hal ini dibiarkan berlarut-larut maka akan berakhir dengan
kekecewaan bahkan kepahitan. Setelah itu kita mulai ragu sama Tuhan dan bilang Dia gak sayang
sama kita karna gak kasih apa yang kita harapkan.
Padahal kita gak tau akan masa
depan, karena yang tau persis itu hanya Tuhan. Bisa aja sekarang kita udah
rencanakan sesuatu tetapi 5 menit kemudian kita gak tau apa yang terjadi dan
akhirnya rencana itu jadi batal. Sekarang kita bisa aja tertawa lalu 5 menit kemudian kita meratap karena kita mendengar berita duka.
Dalam firman Tuhan juga dikatakan bahwa hidup ini adalah seperti uap yang muncul dan kemudian hilang begitu saja. Kita bisa aja berencana tetapi kita harus ingat bahwa kehendak yang jadi itu adalah kehendak Tuhan dan bukan kehendak kita.
Dalam firman Tuhan juga dikatakan bahwa hidup ini adalah seperti uap yang muncul dan kemudian hilang begitu saja. Kita bisa aja berencana tetapi kita harus ingat bahwa kehendak yang jadi itu adalah kehendak Tuhan dan bukan kehendak kita.
Yakobus 4:13-16
13.Jadi sekarang, hai kamu yang
berkata: "Hari ini atau besok kami berangkat ke kota anu, dan di sana
kami akan tinggal setahun dan berdagang serta mendapat untung",
14. sedang kamu tidak tahu apa
yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap
yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap.
15. Sebenarnya kamu harus
berkata :" Jika Tuhan menghendakinya , kami akan hidup dan berbuat ini
dan itu."
16. Tetapi kamu sekarang
memegahkan diri dalam congkakmu, dan semua kemegahan yang demikian adalah
salah.
Dalam firman ini jelas Tuhan bilang apapun rencana kita, biarlah kehendak Tuhan yang jadi. Mengapa? Karena kadang rencana dan keputusan kita gak sesuai dengan kehendak Tuhan. Kita merasa bahwa rencana kita itu baik, menguntungkan dan pastinya sangat indah. Tapi kita gak tau bahwa rencana dan keputusan itu bisa aja ternyata ga sesuai dengan espektasi atau mungkin bahkan berakhir dengan hal yang buruk. Mungkin itu alasan Tuhan kenapa Dia batalin setiap rencana yang udah kita susun karena Dia tahu rencana kita gak sesuai dengan rencana Tuhan. Tuhan sengaja batalkan rencana kita, karena Dia punya rencana yang lebih baik buat kita.
Bicara soal "kehendak
Tuhan yang jadi" ini aplikasinya gampang-gampang susah.
Terkadang dalam doa kita, bibir kita begitu yakin bilang "ya Tuhan
biarlah kehendak Mu yang jadi!" namun di dalam hati terkadang
kita ingin melakukan pemberontakan, atau bahkan sering terjadi "tawar
menawar" dengan Tuhan. Padahal udah jelas bahwa doa itu bukan untuk tawar-menawar dan suruh-suruhan sama Tuhan biar Dia lakuin apa yang
kita. Berdoa adalah cara kita berkomunikasi dan dapat mengerti apa yang Tuhan kehendaki buat kita.
Dulu aku suka model berdoa kayak gini :"Tuhan, biarlah kehendak Mu yang jadi, tapi Tuhan bla bla bla karena ... " . Nah itu sama aja namanya memaksa dan bukan penyerahan diri . :p. Tapi kadang sadar gak sadar kita pernah melakukan hal seperti itu. Karena apa? Karena yang menguasai doa kita adalah keinginan hati kita daripada apa keinginan Tuhan. Hal itu gak bisa dipungkiri, karena kita juga masih mau berlagak sok memaksa Tuhan, dan sok tau soal masa depan. *i'm sorrry Lord :( . Padahal Tuhan udah jelas katakan bahwa mempercayai Tuhan gak boleh setengah hati, dan disini kita memang benar-benar ditantang untuk membuktikan iman dan percaya kita pada Nya dengan penyerahan diri melalui setiap doa dan permohonan kita. (Yah, aku juga tengah diajari Tuhan hingga saat ini) :)
Amsal
3:5
" Percayalah kepada TUHAN
dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu
sendiri."
Mazmur 37:5
"Serahkanlah hidupmu
kepada TUHAN dan percayalah kepada Nya, dan Ia akan bertindak."
Jika kita mencoba
memahami jalan Tuhan , kita biasanya akan mengerti seiring waktu berjalan.
Saat kita udah mulai mengerti, well kita akhirnya kagum dan heran dengan
cara kerjanya Tuhan yang sangat unik dan luar biasa. "Oh.... ternyata
ini ya maksud Tuhan kenapa dulu Dia gak izinin aku lulus disana bla bla
bla" atau "Oh.. ternyata ini ya maksud nya Tuhan kenapa aku harus
putus sama dia, dia ternyata bla bla bla" atau "Oh...
ternyata ini ya maksud Tuhan kenapa aku gak jadi joint bisnis dengan dia,
ternyata dia bla bla bla" de-el-el. :)
Maka kita sepatutnya mengucap syukur ternyata maksud Tuhan itu sangat sangat baik meskipun kita harus kecewa dulu. Dia ternyata punya maksud ingin menyelamatkan kita dari kemungkinan hal buruk atau Dia punya sesuatu yang lebih baik lagi buat kita. Lagian kalo Tuhan tau yang kita harapkan itu baik menurut Dia, masak Tuhan gak mau kasih? :) Tetapi kalo gak sesuai dengan harapan kita, Dia juga kasih pilihan buat kita apakah kita memilih untuk tetap mengucap syukur lalu berserah diri ATAU tetap memilih kecewa dan terpuruk oleh keadaan. Well... yang jelas firman Tuhan juga katakan bahwa rancangan Tuhan adalah rancangan damai sejahtera bukan rancangan kecelakaan. (Yeremia 29:11) 😄 |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar