Teledor atau gak hati-hati bahwa setiap orang pasti udah pernah ngelakuin hal demikian termasuk aku. Tapi kalo hal ini berlanjut terus-menerus, yang ada malah bikin kesal dan jadi kebiasaan. Melalui tulisan ini juga mengingatkan aku bahwa teledor itu emang sangat gak baik dan bikin rugi.
Kemarin pas nge-blog aku lupa nge-klik entah apalah. Pokoknya saking mau nyelesain blog yang terakhir itu, aku jadinya asik bolak-balik editing. *karna tata bahasa ku masih suka belepotan*, aku lihat "loh kok tulisanku hilang satu ya?". Aku coba refresh siapa tau mata ini yang kelilipan dan ternyata emang benar kehapus satu tulisan ku! Duh, sial banget rasanya, mana tulisan itu adalah tulisan pertamaku dan tulisan itu terinspirasi dari firman yang dibawakan oleh kakak rohani sewaktu pelayanan di penjara anak tahun 2014. Rasanya gak rela apalagi gak ada soft copy nya. Akhirnya satu kesimpulan "Aku udah ngelakuin keteledoran!". Aku nyesal banget karena itu bakal gak balek lagi, apalagi ditambah lagi sama sifat ku yang suka lupa alhasil kesalnya makin komplit!
Yah, akibat keteledoran yang ada kerjaan makin nambah dan juga dalam segi waktu untuk menyelesaikannya. Akibatnya selain orang lain yang merasakan, kita sendiri juga ikut yang menanggung. Ditengah rasa kekesalanku, aku flashback sejenak dan sadar kalo ternyata aku udah sering teledor baik dirumah, pekerjaan, dan masih banyak lagi. Akibatnya aku pernah kena omel sama ortu maupun bos dikantor, dan juga rugi dalam segi waktu dan lainnya. :p
Jika kita udah teledor misalnya teledor saat nyuci piring yang akibatnya sebuah gelas pecah, teledor dijalan raya yang akibatnya kita jatuh atau nyenggol pejalan kaki *jangan sampai* dll, bagaimana jika kita teledor atau lalai dalam menjalankan perintah Tuhan?
Yosua 1:7
"... Bertindaklah hati-hati sesuai dengan seluruh hukum yang telah diperintahkan kepadamu oleh hamba-Ku Musa; janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri supaya engkau beruntung kemanapun engkau pergi"
Yosua 1:8
".... supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung."
Kisah Yosua sewaktu dia menerima perintah Tuhan untuk merebut tanah perjanjian yaitu kota Yerikho dimana Tuhan banyak sekali memberi aba-aba yang perlu Yosua perhatikan dan lakukan agar mereka dapat merebut kota Yerikho. Dan gak hanya perintah, namun Tuhan akan menyertai dia sebab Yosualah yang akan memimpin bangsa itu. Dalam Yosua pasal 1 hingga pasa 6 sampai jatuhnya Yerikho, Yosua tidak lalai bertindak dan tetap mengikuti apa yang Tuhan perintahkan. Hingga akhirnya mereka berhasil merebut kota Yerikho, Tuhan juga menyertai Yosua dan terdengarlah kabar tentang dia diseluruh negeri itu.
Dan aku bandingkan dengan cerita kelalaian Saul dalam melaksanakan perintah Tuhan sewaktu menyerang bangsa Amalek di kisah 1 Samuel 15:1-35 dimana Saul tidak melaksanakan sesuai aba-aba dari Tuhan dan mengambil tindakan sesuai pengertiannya sendiri. Tuhan bilang agar Saul membunuh semua rakyat dan hewan ternak bangsa Amalek tanpa terkecuali, namun faktanya Saul menangkap hidup-hidup raja Agag namun menumpas mati semua rakyat. Saul juga menyelamatkan hewan ternak yang baik dan tambun dengan maksud nanti akan dijadikan korban bakaran untuk dipersembahkan kepada Tuhan namun ternak yang tidak baik ditumpas mati. Akhirnya Tuhan menyesal akan Saul karena dia gak dengar-dengaran akan apa yang Tuhan bilang dan Dia mengungkapkannya lewat Samuel. Saul akhirnya ditolak Tuhan menjadi raja dan digantikan dengan Daud.
1 Samuel 15:1-35
" tetapi jawab Samuel kepada Saul: " aku tidak akan kembali bersama-sama dengan engkau, sebab engkau telah menolak firman Tuhan; sebab itu TUHAN menolak engkau, sebagai raja atas Israel."
Sewaktu aku membaca cerita ini, Tuhan ingatkan aku akan arti pentingnya kehati-hatian baik dalam hal apapun baik dirumah, pekerjaan, dalam hal berbicara, bergaul, berpikir bahkan bertindak agar kita hidup gak asal-asalan tapi tetap mengikuti apa yang Tuhan perintahkan dan tetap tinggal dalam kebenaran Nya.
Oh... gitu ternyata ya Tuhan, kalo seandainya Yosua gak hati-hati atau lalai dalam perintah Mu untuk merebut kota Yerikho, pasti mereka bakal gak bisa merebut tanah perjanjian itu. Seandainya Saul dengar-dengaran sama perintah Tuhan, pasti Saul gak ditolak sebagai raja. Seandainya aku hati-hati dan teliti pasti tulisan ku gak akan kehapus dan semakin memberkati banyak orang. Tapi kenyataannya aku gak hati-hati :p *bete dan kesel*. Pelajaran kali ini : Untuk lebih hati-hati dan teliti dan dalam hal firman Tuhan juga harus dengar-dengaran biar dapat melakukan sesuai kehendak Nya.
Makasih Tuhan, udah ingatin aku lagi melalui kesalahan kecil dan diingatkan kembali oleh firman Mu.
Rabu, 25 Mei 2016
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Perlukah Kita Mendesak Waktunya Tuhan???
Kemarin aku dengar curhat nya mama. Mama bilang kalau abang ku yang bisa dikatakan sudah sedikit berumur (31) bilang ke mama bahwa dia suda...
-
Aku mencoba merenungkan kembali arti visi dan misi akan rumah belajar yang sedang aku kelola. Sebenarnya aku meneruskan kembali rumah belaj...
-
Masih teringat pada hari Minggu kemarin 24.04.2016 aku percaya banget 100% bagaimana Tuhan ngomong ke aku secara khusus melalui hamba Nya ...
-
Teledor atau gak hati-hati bahwa setiap orang pasti udah pernah ngelakuin hal demikian termasuk aku. Tapi kalo hal ini berlanjut terus-mener...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar