Masih teringat pada hari Minggu kemarin 24.04.2016 aku percaya banget 100% bagaimana Tuhan ngomong ke aku secara khusus melalui hamba Nya saat pemberitaan firman dan karena nya aku tuliskan kembali dalam blog ini to reminds me about words of God because He loves me. Nah, ceritanya saat itu aku memang lagi bergumul banget tentang “pengampunan” (aku pikir semua orang pasti pernah menggumulkan hal ini), dan karena masalah itu mood ku rusak dan unspirit banget. Aku bergumul dalam kurun waktu 2 minggu. Puncaknya pada hari Minggu pagi itu entah kenapa rasanya malas banget untuk pergi ibadah. Aku tau kok kalo iblis lagi menyerang hati dan pikiran ku habis-habisan. Dia mencoba mengungkit kembali rasa kekecewaan ku sehingga aku kepahitan lagi. But aku mencoba untuk melawan nya dan tetap pergi ibadah. Aku ga mau kalah sama siasat nya!
Nah, pas uda di Gereja aku masih lemes ga menentu gitu. Udah kayak zombie aja rasanya :p ,
but aku berdoa minta kekuatan dan kedamaian hati biar selama ibadah aku bisa
fokus ke Tuhan. Saat ibadah dimulai dan sedang berlangsung,WL (Ibu Gembala) yang menjadi pemimpin pujian. Ketika itu
WL bilang saat tengah mengangkat lagu pujian, dan dalam perkataannya itu aku menangkap 2
kalimat yang menjadi Rhema buat ku.
- Hati yang gembira adalah obat
- Kita harus mengampuni
Saat itu aku tersentak karena kena banget! Bagaimana mungkin hati ku bisa bergembira jika aku masih bergumul soal pengampunan yang masih panas dingin (hati ku saat itu emang lagi kagak gembira :p) . Kadang mau mengampuni, kadang kecewa lagi. And then sebelum firman,
diangkat kembali sebuah lagu pujian, dan lagu nya benar-benar aku resapi
banget. Tapi karna aku baru dengar jadi kurang tau judul dan masih gak hapal
teks nya. Nah,pas giliran iringan musik aja yang dimainkan, WL bersaksi bagaimana
dulu dia dan suaminya (Bapak gembala) melepaskan pengampunan saat dalam
pelayanan mereka dihadapkan dengan salah seorang pelayan yang setiap hari
membangkitkan emosi mereka. Namun saat Ibu gembala mendengarkan lagu pujian ini, dia merasa Tuhan bilang sesuatu ke dia bahwa dia harus mengampuni!
Akhirnya dia meminta kekuatan dari Tuhan agar dimampukan untuk itu. And finally
Tuhan kasih mereka kekuatan sehingga mereka mampu melepaskan pengampunan bahkan
merangkul pelayan itu dan berdamai hingga sekarang . Akhirnya Ibu
gembala digerakkan oleh Tuhan untuk membawakan lagu ini kembali dalam
ibadah kemarin. How sweet it is! :)
Saat itu aku merasa bahwa ada “something” yang sepertinya ingin Tuhan sampaikan ke aku soal "forgiveness" . And then pada saat Bapak Gembala
membuka firman dengan doa, aku berdoa secara pribadi dan bilang ke Tuhan :“Tuhan…. Berbicaralah
secara khusus buat ku hari ini melalui hamba Mu."
Firman hari itu adalah:
2 Raja-Raja 2:19-22 ”Elisa menyehatkan air di Yerikho”
19 Berkatalah penduduk kota itu kepada Elisa: “Cobalah
lihat! Letaknya kota ini baik, seperti tuanku lihat, tetapi airnya tidak baik
dan di negeri ini sering ada keguguran bayi.”
Berbicara tentang kota Yerikho yang merupakan sebuah kota
indah dari segi tata letak kota nya, keindahkan yang nampak secara kasat mata
namun menyimpan air yang gak baik dan bahkan sampai menggugurkan bayi. Tetapi apa
sebenarnya yang ingin Tuhan sampaikan?
Bahwa secara kasat mata kita memang terlihat baik-baik saja baik dari segi penampilan, pembawaan diri, tetapi didalam ternyata kita menyimpan “air yang tidak baik” di dalam hati kita. Itulah air-air kekecewaan, akar kepahitan, atau akar apapun yang membuat kita susah mengampuni baik diri sendiri maupun orang lain. Akar kepahitan itu bisa aja datang dari teman, keluarga, atau orang lain yang pernah membuat kita kecewa. Hal itu membuat kita menjadi terbelenggu dan susah untuk melupakan bahkan melepaskan pengampunan.
Bahwa secara kasat mata kita memang terlihat baik-baik saja baik dari segi penampilan, pembawaan diri, tetapi didalam ternyata kita menyimpan “air yang tidak baik” di dalam hati kita. Itulah air-air kekecewaan, akar kepahitan, atau akar apapun yang membuat kita susah mengampuni baik diri sendiri maupun orang lain. Akar kepahitan itu bisa aja datang dari teman, keluarga, atau orang lain yang pernah membuat kita kecewa. Hal itu membuat kita menjadi terbelenggu dan susah untuk melupakan bahkan melepaskan pengampunan.
And a big W.O.W that Tuhan akhirnya tell me about “Forgiveness”
melalui kotbah Bapak Gembala. Setelah benar-benar bergumul selama 2 minggu, Dia dengan tegas kasih jawaban " mengampuni !" :)
Oia, sebenarnya Tuhan udah kasih jawaban kalo aku harus "mengampuni" saat bergumul selama 2 minggu itu, tepatnya dihari ke 5. :p . Aku gumulkan lagi, kata "mengampuni" itu yang muncul dan setelah sharing dengan kakak rohani dan seorang team doa ku bahwa aku memang harus mengampuni untuk dapat melangkah ke depan *suatu keputusan* agar hati ku merasa lebih lepas. Yah,,, mungkin Tuhan harus reminds me lagi karena sometimes aku mungkin ngebandel dan inget-inget lagi. Jadi mungkin ini puncak teguran keras yang bikin aku harus benar-benar sadar bahwa aku harus mengampuni. Kita manusia memang harus sering-sering diingatkan kembali sama Tuhan kali ya (jujur aku berjuang banget dan bener-bener gak gampang!), karena kita suka ngebandel apalagi untuk pulih dan mau mengampuni memang butuh proses yang gak cepat. Jadi harus di hajar dulu, sadar lagi, hajar lagi lagi, sadar lagi, sampe benar-benar sadar! :p :p :p
Kita tau bahwa mengampuni adalah bagian yang sangat sulit. Seperti aku yang pernah mengalami kekecewaan yang
berujung pada akar kepahitan. Aku udah mencoba untuk melupakan dan mengampuni,
tetapi iblis suka banget mengincar hati dan pikiran ku yang bikin aku kembali
mengingat kekecewaan itu. Jujur hal itu
sangat menyiksa banget! karena aku merasa menjadi gagal sebagai anak Bapa yang
mau seturut kehendak Nya. Tetapi sebagai anak yang mau hidup di dalam
kebenaran, mengampuni adalah kehendak Bapa yang harus kita lakukan. Karena
Yesus juga bilang dalam firman bahwa jika kita gak mengampuni orang yang
bersalah kepada kita, maka Tuhan juga bakal ga mau mengampuni kita. Jadi untuk
menerima pengampunan dari Bapa juga harus "ada syarat" karna Dia juga udah
ngelakuin pengorbanan terbesar saat Dia disalibkan oleh mereka yang membeci Nya, dan Dia malah berdoa bagi mereka dan melepaskan pengampunan. Jadi Tuhan juga mau
kita melakukan apa yang pernah dilakukan Nya, walaupun sulit tetapi Dia bakal
kasih kita kekuatan kok agar mampu melepaskan pengampunan. :)
20 Jawabnya: “Ambillah sebuah pinggan baru bagiku dan
taruhlah garam kedalamnya.” Maka mereka membawa pinggan itu kepadanya.
21 Kemudian pergilah ia ke mata air mereka dan melemparkan
garam itu kedalamnya serta berkata : “Beginilah firman TUHAN: Telah Kusehatkan
air ini, makan tidak akan terjadi lagi olehnya kematian atau keguguran bayi.”
Pada nats ini adalah puncak untuk penyelesaian masalah air di
kota Yerikho. Apa kunci kita mengalami pemulihan sama hal nya seperti air di kota
Yerikho yang sudah disehatkan hingga sekarang.
- Jujur mengakui kekurangan
Yah, benar bahwa keterbukaan adalah awal
dari pemulihan. Keterbukaan itu harus berasal dari hati kita dan mau
mengakui segala kekurangan dan kekecewaan dalam hati kita. Saat kita mau terbuka, maka Roh Allah
yang akan memulihkan dan memampukan kita untuk dapat mengampuni.
- Ambillah sebuah pinggan baru bagiku
Begitu juga dengan hidup kita. Agar kita dapat mengampuni,
kita harus terlebih dahulu dipulihkan dan menyelesaikan masalah dengan melemparkan "garam penyelesaian masalah" ke sumber nya yaitu “hati kita” dengan mengoreksi diri agar kita layak dibenarkan dan hati kita "diperbaharui" kembali
oleh Kasih Karunia Tuhan.
Kita harus sadar, bahwa iblis suka mengincar anak-anak Tuhan agar terbelenggu kembali dalam dosa-dosa masa lalu, termasuk dalam kekecewaan yang mengakibatkan kita susah untuk mengampuni.
Kita harus sadar, bahwa iblis suka mengincar anak-anak Tuhan agar terbelenggu kembali dalam dosa-dosa masa lalu, termasuk dalam kekecewaan yang mengakibatkan kita susah untuk mengampuni.
Nah.... saat itu aku merasa dimerdekakan oleh Allah kembali. Saat
itu aku terbuka dan mengakui kembali di depan Bapa dan mengakui segala kekecewaan dan kepahitan yang
pernah aku rasakan. Kekecewaan dan kepahitan ku masih belum tuntas. Aku tau bahwa semakin menyimpan kepahitan, maka semakin gak
layak dihadapan Tuhan. Aku kelihatan baik-baik saja tetapi ada hati yang masih
belum bisa kubereskan dengan Nya. Meskipun mengampuni itu sangat sulit, sulit
dan sulit tetapi aku percaya bahwa hanya Roh Allah yang memampukan ku untuk
melakukan kehendak Nya. Asal kita tau, iblis itu jahat dan sangat suka menyerang hati dan pikiran kita. Aku merasakan itu dan berjuang banget untuk melawan nya. Dia suka menyuntik
pikiran kita dengan membangkitkan kembali memory kekecewaan yang akhirnya membuat
kita menjadi terbelenggu kembali. Iblis itu licik dan bisa memakai hal apa aja untuk kembali dalam kubangan kekecewaan.
Seberat apapun kekecewaan yang kita alami, yang membuat kita
sulit untuk mengampuni, hanya Roh Allah lah yang memampukan kita.
Dan aku percaya ini
menjadi suatu kesaksian bagaimana Tuhan begitu mengasihi ku, berbicara kepada
ku, dan menggerakkan hati ku untuk membagikan kebaikan dan kebenaran firman
Nya. Karena Dia tau begitu banyak diantara kita yang terbelenggu oleh rasa kecewa dimasa lalu baik dengan anggota keluarga, mantan pacar, teman, sahabat, bahkan kecewa dalam pekerjaan atau pelayanan, tetapi Dia dengan setia menunggu kita untuk datang kepada Nya dan dipulihkan. Berdoalah setiap hari agar Tuhan selalu perbaharui hati kita untuk dapat mengampuni dengan tuntas. Meskipun sulit tapi percaya Dia pasti akan bekerja. Semangat ! Semangat ! :)
Doa bapa Kami
“.. dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami
sudah mengampuni orang yang bersalah kepada kami…”
Tuhan Memberkati :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar