Mungkin banyak kita para wanita lajang yang suka membandingkan diri dengan wanita yang sudah menikah. Kita melihat kehidupan mereka yang tampak indah dan melihat masa lajang ini sebagai suatu pencobaan. Terkadang tidak kita sadari bahwa Allah menggunakan status lajang ini untuk membuat kita sempurna dan utuh dimana Ia sedang mengembangkan karakter kita agar lebih bersinar.
Bagaimana rupamu di bagian dalam jauh lebih penting daripada bagiaman rupamu di bagian luar. Seperti Boas tertarik pada kebajikan dan karakter yang dinyatakan dalam kehidupan Rut, bahwa seorang wanita yang penuh kebajikan adalah sesuatu yang tidak dapat ditolak oleh pria yang saleh.
Ladies, dalam masa lajang ini aku juga belajar untuk mengembangkan karakter ku agar menjadi seorang wanita yang benar-benar berkarakter. Itu semua memang gak mudah dan udah dipastikan kita harus sering gagal untuk berubah dari sifat lama kita. Sebelum aku mengenal Tuhan lebih dalam, aku masih nyaman dengan sifat dan karakter ku yang dahulu karena aku pasti bilang :"yah, aku memang begini. Mau diapain lagi?" *sambil marah-marah* :p . Mungkin dulu kita bangga mengatakan hal seperti itu, tetapi saat kita udah mengenal Tuhan dan kebenaran Nya , yang ada justru kita pasti merasa malu dan bahkan benci sama sifat kita sendiri. Kita pasti bertekad untuk belajar menjadi seorang wanita yang lebih berkarakter. Seperti itu juga yang aku alami dimana aku masih sering gagal untuk belajar dalam mengembangkan karakter ku. Sifat lama itu sering muncul. Namun Tuhan tegur aku bahwa sifat seperti ini adalah sifat yang gak baik untuk dimiliki oleh seorang wanita karena kelak kita menjadi seorang "penolong" bagi suami kita. Dikatakan seorang penolong, sudah pasti bahwa kita yang harus lebih kuat dari suami. Ini bukan berbicara tentang kekuatan fisik, tetapi kuat dalam mental dan menjadi seorang pemberi semangat dan dukungan doa yang kuat bagi suami dalam kehidupan rumah tangga nantinya. Sama seperti istilah sekuler yang mengatakan bahwa "dibalik pria yang sukses, terdapat seorang wanita yang luar biasa". Benar sekali! Seorang wanita haruslah menjadi "tiang doa" dalam keluarga. Seorang wanita harus benar-benar berdoa agar kelak suami tidak jatuh dalam pencobaan, dan wanita tetap setia mendampingi suami dalam masa-masa sulit.
Masa lajang ini juga merupakan suatu kesempatan bagi kita untuk mengembangkan kehidupan doa yang kuat dengan membangun keintiman dengan Allah. Dalam masa ini kita belajar untuk lebih menambah jam doa dan menikmati waktu berdua dengan Allah dan terlebih lagi adalah kita bisa peka akan suara dan tuntunan Nya.
Saat kita mau merendahkan hati untuk diubahkan oleh Yesus, maka Ia akan dengan senang hati menolong kita untuk belajar menjadi sempurna. Jadi saat kita sudah meminta, jangan heran jika setelah itu kita dihadapkan dengan berbagai situasi yang sulit, karena dengan situasi sulit itu Tuhan menguji kesungguhan hati kita untuk berubah.
Kita tidak perlu khawatir jika fisik tidak secantik para artis sinetron. Yang perlu kita khawatirkan adalah saat hati kita tidak secantik fisik kita, atau bahkan lebih buruk dan membuat orang tidak menyukai kita karena karakter kita yang gak baik. Seorang pria yang benar-benar takut akan Tuhan, kecantikan fisikmu bukan menjadi deretan pertama yang ia cari dalam daftar list pasangan hidupnya. Ia mencari kecantikan batiniah yang terdapat di dalam dirimu dan bagaimana cinta mu kepada Tuhan. A Godly Man pasti akan selalu mencari A Godly Woman begitu juga sebaliknya. :)
1 Petrus 3:4
"Tetapi perhiasanmu ialah manusia batiniah yang tersembunyi dengan perhiasan yang tidak binasa yang berasal dari roh yang lemah lembut dan tenteram, yang sangat berharga dimata Allah".
Bagaimana rupamu di bagian dalam jauh lebih penting daripada bagiaman rupamu di bagian luar. Seperti Boas tertarik pada kebajikan dan karakter yang dinyatakan dalam kehidupan Rut, bahwa seorang wanita yang penuh kebajikan adalah sesuatu yang tidak dapat ditolak oleh pria yang saleh.
Ladies, dalam masa lajang ini aku juga belajar untuk mengembangkan karakter ku agar menjadi seorang wanita yang benar-benar berkarakter. Itu semua memang gak mudah dan udah dipastikan kita harus sering gagal untuk berubah dari sifat lama kita. Sebelum aku mengenal Tuhan lebih dalam, aku masih nyaman dengan sifat dan karakter ku yang dahulu karena aku pasti bilang :"yah, aku memang begini. Mau diapain lagi?" *sambil marah-marah* :p . Mungkin dulu kita bangga mengatakan hal seperti itu, tetapi saat kita udah mengenal Tuhan dan kebenaran Nya , yang ada justru kita pasti merasa malu dan bahkan benci sama sifat kita sendiri. Kita pasti bertekad untuk belajar menjadi seorang wanita yang lebih berkarakter. Seperti itu juga yang aku alami dimana aku masih sering gagal untuk belajar dalam mengembangkan karakter ku. Sifat lama itu sering muncul. Namun Tuhan tegur aku bahwa sifat seperti ini adalah sifat yang gak baik untuk dimiliki oleh seorang wanita karena kelak kita menjadi seorang "penolong" bagi suami kita. Dikatakan seorang penolong, sudah pasti bahwa kita yang harus lebih kuat dari suami. Ini bukan berbicara tentang kekuatan fisik, tetapi kuat dalam mental dan menjadi seorang pemberi semangat dan dukungan doa yang kuat bagi suami dalam kehidupan rumah tangga nantinya. Sama seperti istilah sekuler yang mengatakan bahwa "dibalik pria yang sukses, terdapat seorang wanita yang luar biasa". Benar sekali! Seorang wanita haruslah menjadi "tiang doa" dalam keluarga. Seorang wanita harus benar-benar berdoa agar kelak suami tidak jatuh dalam pencobaan, dan wanita tetap setia mendampingi suami dalam masa-masa sulit.
Masa lajang ini juga merupakan suatu kesempatan bagi kita untuk mengembangkan kehidupan doa yang kuat dengan membangun keintiman dengan Allah. Dalam masa ini kita belajar untuk lebih menambah jam doa dan menikmati waktu berdua dengan Allah dan terlebih lagi adalah kita bisa peka akan suara dan tuntunan Nya.
Saat kita mau merendahkan hati untuk diubahkan oleh Yesus, maka Ia akan dengan senang hati menolong kita untuk belajar menjadi sempurna. Jadi saat kita sudah meminta, jangan heran jika setelah itu kita dihadapkan dengan berbagai situasi yang sulit, karena dengan situasi sulit itu Tuhan menguji kesungguhan hati kita untuk berubah.
Kita tidak perlu khawatir jika fisik tidak secantik para artis sinetron. Yang perlu kita khawatirkan adalah saat hati kita tidak secantik fisik kita, atau bahkan lebih buruk dan membuat orang tidak menyukai kita karena karakter kita yang gak baik. Seorang pria yang benar-benar takut akan Tuhan, kecantikan fisikmu bukan menjadi deretan pertama yang ia cari dalam daftar list pasangan hidupnya. Ia mencari kecantikan batiniah yang terdapat di dalam dirimu dan bagaimana cinta mu kepada Tuhan. A Godly Man pasti akan selalu mencari A Godly Woman begitu juga sebaliknya. :)
1 Petrus 3:4
"Tetapi perhiasanmu ialah manusia batiniah yang tersembunyi dengan perhiasan yang tidak binasa yang berasal dari roh yang lemah lembut dan tenteram, yang sangat berharga dimata Allah".
Tidak ada komentar:
Posting Komentar