Minggu, 24 Juli 2016

Lady in Waiting (Wanita yang Sabar)

..... seseorang perlu bertanya-tanya bagaimana seorang wanita yang sudah berumur bisa sabar waktu dalam pandangan nampaknya penantiannya tiada akhir. Menanti tidaklah semudah saat Anda muda, dan bisa menjadi luar biasa sulit saat Anda menjadi makin tua....


Rut adalah contoh Wanita Sabar yang luar biasa. Rut tidak mengizinkan lingkungannya atau ketiadaan rekan pria membuatnya tidak sabar. Sebaliknya ia berkonsentrasi pada pengembangan kebersamaan dengan Bapa Surgawinya dan memilih untuk mengizinkan Allah membawakannya suami jika Ia pandang cocok. Rut lebih memilih berkonsentrasi menjadi wanita yang berakarakter. Konsentrasinya bukan pada mendapatkan seorang pria. Dia menghadapi hidup hari demi hari, karena ia tahu bahwa Allah tidak terikat oleh keadaan ataupun usianya. Dia menggunakan penantian untuk menjadi wanita sebagiaman yang Allah inginkan. Pada akhir persiapan pribadinya ini, Allah memilih untuk menyediakan seorang suami baginya.

Rut 4:13
"Lalu Boas mengambil Rut dan perempuan itu menjadi isterinya...."


Mengapakah begitu sulit untuk menunggu?

Ladies, seperti yang mungkin aku alami bahwa kita begitu sulit untuk menunggu adalah karena "ketakutan"! Terkadang kita mulai takut dengan semakin bertambahnya usia. Banyak orang lain bahkan sampai orang tua mengatakan bahwa jika seorang wanita menikah diatas 30-an maka akan sangat sulit untuk memiliki seorang anak. Ada saja pernyataan mereka yang membuat kita sebagai wanita yang berkecil hati dan dihantui oleh ketakutan. Aku melihat sepertinya wanita yang selalu menjadi "objek penderita" jika sepertinya telat menikah daripada laki-laki. Wanita yang paling banyak dituntut menjadi sempurna dalam sebuah pernikahan. Kita juga sudah mungkin terlalu pusing dengan pertanyaan "Kapan menikah? Jangan lama-lama loh ntar susah punya anak...!" . *menyebalkan! wkwkwk :p

Jujur jika sudah kebentur dengan pertanyaan seperti ini, manusiawi sekali jika aku pribadi merasa ketakutan dan maunya langsung memaksa Tuhan biar cepat-cepat deadline. "Tuhan gimana nih? Tolong donk!" . Namun saat aku mulai mengeluh kepada Nya, Tuhan selalu kuatkan aku untuk tetap "sabar" dalam menantikan yang terbaik dari-Nya. Menunggu itu memang sangat begitu sulit >.< , tapi itu memang yang terbaik daripada kelak kita salah pilih pasangan karena ketakutan kita.

Ketidaksabaran menemukan seorang pria dapat menyebabkan seorang wanita berdebat mengenai "hak" nya untuk berkencan dengan pria yang tidak saleh, mungkin bahkan dengan pria yang tidak Kristen.

Ladies, jangan juga karena ketidaksabaran membuat kita menerima begitu saja pria yang tidak di dalam Tuhan atau yang beda agama. Jangan sampai menjual Yesus karena cinta mu. Ada begitu banyak cerita dari teman yang aku dengar bahwa ada wanita yang akhirnya menjual Yesus atau masuk agama seberang karena cintanya kepada pria itu. Atau satu atap dengan dua agama. Pernikahan dengan seorang non-Kristen akan membawa rasa sakit pada seorang isteri yang percaya. Pikirkanlah kesepian yang Anda akan rasakan waktu suamimu tidak pergi ke gereja bersamamu.

Waktu Anda menikah, Anda sedang memilih berkat atau kutuk bukan hanya bagi dirimu sendiri; Anda memilih bagi generasi setelah Anda. Jika Anda memilih untuk menanti pangeranmu dengan sabar, Anda akan diberkati dengan warisan yang akan dibawa oleh pangeran itu. Jika Anda memilih untuk dengan bersemangat berlari mendahului rencana Allah dan menikahi pria yang tidak memiliki hati nurani yang terarah kepada Allah, Anda akan menuai jalan hidup yang akan ia ikuti, tetapi tidak sendirian. Kehidupan anak-anak dan cucu-cucumu akan dipengaruhi langsung oleh pria yang Anda nikahi.

mengembangkan kesabaran itu sulit. Lebih parah lagi jika menikah lebih dulu dari waktu Allah. Allah mungkin tidak akan bekerja sesuai jadwalmu, tetapi Allah memikirkan yang terbaik bagimu. :)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Perlukah Kita Mendesak Waktunya Tuhan???

Kemarin aku dengar curhat nya mama. Mama bilang kalau abang ku yang bisa dikatakan sudah sedikit berumur (31) bilang ke mama bahwa dia suda...