1 Korintus 2:9
Tetapi seperti ada tertulis: "Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul didalam hati manusia : semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia".
Ayat diatas adalah menggambarkan bagaimana Tuhan sering belokkan setiap rencana masa depan ku soal cita-cita yang berkali-kali udah bikin aku kecewa. Aku kecewa karena terlalu fokus untuk meraih cita-cita yaitu auditor publik dan sekaligus dosen dengan sekaligus melanjutkan kuliah hingga S2. Jadi ceritanya, tiap kali aku test di kantor akuntan publik (KAP), entah kenapa aku selalu lama dipanggil untuk mengikuti ke tahap test berikut nya yaitu interview. Lalu aku mulai gak sabar karena kebutuhan perut tetap jalan sementara duit mulai menipis (malu minta sama orang tua) :p . So, pendek cerita aku diterima di perusahaan distributor buku. Menyesal sih iya, karena ternyata setelah 2 minggu bekerja aku ternyata dipanggil sama KAP untuk interview. Guys, tau lah ya karna masih pegawai baru kan masih polos dan gak boleh nakal alias berontak! hahaha :p . Akhirnya panggilan itu aku hiraukan dan memilih untuk tetap setia di tempat kerja yang sekarang. Tapi gak sampai disitu, hati ku masih saja penasaran dan ngebet sekali untuk kerja di KAP.
Selang setahun aku bekerja dan mau habis kontrak, aku mencoba kembali test di KAP yang sama dengan tahun lalu. Lagi-lagi masalah yang sama tetap datang, yaitu kok lama sekali ya dipanggil untuk test berikut nya? Lebih lama dari tahun lalu. Padahal waktu test tertulis aku yakin sekali bisa jawab 75% soal-soalnya. Lalu masalah kebutuhan dan uang menipis juga menjadi alasan. So, akhirnya aku diterima di perusahaan konstruksi. Kejadian yang sama terulang kembali yaitu, selang 2 minggu bekerja aku dipanggil untuk interview. Ow, dalam hati aku berpikir ini harus di tuntaskan! Jangan kayak tahun lalu! Banyangin aja aku harus menunggu setahun lagi untuk kesempatan ini. Lalu rasa nakal ku pun mulai timbul. haha :p Diam-diam aku ambil waktu untuk interview dan akhirnya aku diterima dan pada hari itu aku tandatangan kontrak! "What???? Yang benar aja! Aku masih baru 2 minggu bekerja kok langsung main kabur aja? Aku juga saat itu posisinya sebagai finance dan pegang uang cash selalu! Gak mungkin donk main kabur aja, ntar aku dipikir melarikan uang!!!"
Well,, meskipun galau entah kenapa aku tetap tandatangani kontrak itu. Dalam kontrak aku harus masuk kerja 4 hari lagi. "OMG! Tuhan ini ladang yang aku impikan loh! Aku harus gimana?"
Aku ambil waktu untuk merenung dan mempertimbangkan keputusan ku itu. Dengan berat hati akhirnya aku memilih untuk tetap setia dan menuntaskan pekerjaan ku yang sekarang. Aku belajar untuk berserah kepada Tuhan, "Tuhan, meskipun aku mungkin udah salah ambil keputusan karena enggak sabar menunggu pekerjaan di KAP itu, aku memohon ampun sama Tuhan. Atau kalaupun ini yang terbaik menurut Tuhan, terjadilah!"
Akhirnya aku menjalani pekerjaan ku dengan setia selama hampir satu setengah tahun dan keinginan untuk kerja di KAP sudah mulai berkurang. Aku memilih untuk mensyukuri dan menjalani yang ada sekarang.