Selasa, 17 Mei 2016

Siasat Iblis

Iblis adalah bapa segala dusta. Dia pintar untuk mengecoh pikiran kita dan kerjaan nya memang buat ngehancurin kita. Pokoknya dia paling gak senang kalo kita mendekat ke Bapa dan paling senang kalo kita udah jatuh ke dalam dosa dan terpuruk. Yah, emang itu kan misi nya iblis di dunia ini?! :s

Sedikit cerita gimana iblis lagi serang aku habis-habisan pokoknya sampe aku benar-benar mau dibikin K.O !

Kemarin aku sms kakak rohani ku saking ga tau mau ngadu ke siapa yang benar-benar bisa kasih solusi dan menguatkan aku secara rohani. Siang itu pas aku masih di kantor menjelang pukul 16.00 dan kerjaan juga udah kelar. Ditengah perasaan hati yang kering dan hampa, wajah kakak rohani ku terlintas di kepala ku. Langsung spontan aku ketik sms panjang-panjang yang bilang kalo "aku feel confused , hidup ku kering banget, perasaanku hampa, doa mulai gak bergairah, semua yang ku lakukan rasanya hampa dan bahagianya cuma sesaat. Ada apa dengan ku?. Seandainya bisa face to face sama Yesus buat cerita-cerita :( " Pokoknya panjang sampe 2 sms :p


Gak nyampe semenit setelah kirim sms, dia langsung telpon aku hingga lebih setengah jam dalam pembicaraan yang serius. Banyak hal yang dia katakan dan kuatkan aku kembali, dan dia juga bersaksi tentang kebaikan Tuhan dalam hidup nya.

Nah, yang aku coba bagikan adalah kita yang mungkin pernah atau sering merasakan seperti yang aku rasakan tadi. Kita merasa kebingungan, hidup rasanya kering banget serta hampa dan gak punya tujuan, apalagi masalah yang aku alami sekarang adalah "doa yang gak bergairah dan kekhawatiran". Belakangan ini kalo berdoa mulai gak bergairah dan aku nyadar banget kalo iblis pakai rasa "ngantuk" untuk malas SaTe dan doa (meskipun jarang begadang namun pagi nya tetap aja ngantuk ). Padahal guys, aku udah bertekad untuk taat sampe set alarm di hape pertama dan hape kedua. Realita nya apa? Mata ini tetap berat, ngantuk, alarm bunyi, matikan alarm, trus bobo lagi. Atau udah berjuang buat bangun, baca Alkitab, trus SaTe, doa cepat-cepat dan ngelantur karna ngantuk. Jadi semuanya ngasal yang penting cepat bobo lagi, karna ngantuk! Gimana HPDT ku bisa bertumbuh kalo caranya terus begini? >.<  Iblis juga sering menyerang konsentrasi ku dalam jam-jam doa dengan berbagai macam suara dirumah ( ada yang kucing mengeonglah, suara lolongan anjinglah, suara ponakan nangislah, dan suara berisik lainnya). Meskipun aku uda bangun trus doa jam 2 pagi dan mikir itu waktu yang tepat dan hening banget! But, aku tetap bisa kecolongan. Iblis pintar banget setting waktu buat gangguin aku. Pokoknya ada aja yang bikin aku ga bisa doa dengan enak, yang akhirnya lambat laun membuat doa ku gak bergairah ditambah lagi pikiranku di suntik dengan kekhawatiran. >.<

Guys, saat kita merasakan hal seperti itu, udah pasti itu serangan si iblis melalui pikiran kita . Dia serang kita biar gak bertumbuh. Iblis punya banyak siasat untuk menyerang dan melemahkan kita. Jadi saat itu aku udah habis di bodoh-bodohin sama dia.

Iblis juga pintar menyerang ku dengan perasaan "gak layak". Jangankan masalah doa dan kekhawatiran yang aku alami, untuk menulis blog ini aja aku udah di intimidasi si iblis. Dia ngatain aku sok paham firman dan aku berani nya sok cerita firman padahal hidup ku belum tentu benar. Gimana mau sharing firman bahkan jadi pelaku firman, doa aja gak beres dan masih khawatir? Melayani dulu dengan benar sana! Sempurnain diri dulu sana! Baru kamu pantas! Jahat banget kan? :( . Apalagi aku nyadar betul tiap kali nulis blog ini, dia juga serang lagi pikiran ku "Apakah aku mau lanjut tulisan ini apa enggak? Nanti tanggapan orang gimana ya? Ntar dikira mereka aku uda holy banget padahal sebenarnya aku juga tengah belajar dan berjuang untuk menjadi pelaku firman. Kan nanti jadi batu sandungan!" . Guys, seketika itu aku merasa gak layak untuk bercerita tentang kebaikan Tuhan yang benar-benar udah aku lihat padahal aku mau membagikan cerita kebaikan Nya agar menjadi berkat buat ku dan buat mu juga. Aku gak mau berkotbah dan ajak bahkan paksa biar seseorang itu bertobat. Karena pertobatan itu sama sekali bukan pekerjaan ku, melainkan pekerjaan Roh Kudus. Rasanya gak mau nulis lagi karena rasanya aku masih gak layak. Yang layak itu yah buat mereka yang rohani nya udah mateng kayak Pendeta, Penginjil, atau Pelayan Gereja yang udah senior. Makanya beberapa hari belakangan ini, tiap aku memulai nulis, bawaannya kacau mulu. Habis di ketik, hapus lagi, ketik lagi, hapus lagi, ketik lagi, hapus lagi. Ujung-ujungnya tinggal disimpan di draft aja . Udah gitu aja dan jadi gak Pede. :(

Nah.... saat aku cerita masalah "gak layak" ke kakak rohani ku, she said : "Jangankan kamu gak layak, aku juga sebenarnya gak layak. Tapi kita dilayakkan oleh Tuhan!". Jadi maksudnya, gak harus nunggu jadi Joyce Meyer  atau Joel Osteen dulu baru kita layak untuk menceritakan firman dan kebaikan Tuhan. Bagaimanapun kita, masih tetap layak karena Tuhan yang layakkan. :) . Nah saat itu, aku mendapatkan kekuatan baru dan meminta hikmat Tuhan agar aku mampu bercerita tentang kebaikan Nya. Meskipun iblis gak akan mau berhenti buat mengintimidasi, tapi aku tetap melanjutkan tulisan ini dan meminta hikmat Nya agar setiap kalimat yang keluar dari hati ku adalah yang dari hatinya Tuhan. :)

Jadi pergumulan ku kemarin tentang kekeringan dan kehampaan itu, Tuhan jawab melalui sharing dengan kakak rohani ku. Gak ada yang kebetulan ditengah masa sulit itu, wajah nya terlintas dipikiran ku, lalu  aku sms, kami berbincang-bincang, dan akhirnya aku mendapat jawaban. Salah satu kebaikan Tuhan yang aku alami, that He loves me so much!

Saat kita merasa hampa dan kering, ketahuilah bahwa iblis sedang menyerang kita. Dia menyerang biar kita kehilangan harapan dan mulai ragu sama Tuhan. Pokonya dia itu susah lihat orang senang, dan senang lihat orang susah!  Pelajaran yang dapat kita lakukan adalah dengan cara bersyukur, menyembah, dan mengingat segala kebaikan Tuhan meskipun dalam kondisi kering dan hampa. Kita belajar untuk tetap mengatakan Tuhan Yesus itu baik, sambil mengingat setiap kebaikan yang pernah Tuhan lakukan. Meskipun pergumulan terkadang mengalahkan rasa syukur, namun kuasa menyembah dan bersyukur sangat terbukti mampu memenuhi hati kita dengan damai sejahtera dan membangkitkan kembali iman percaya kita kepada Tuhan. Dengan bersyukur, menyembah, dan mengingat kembali segala kebaikan Tuhan, maka gak ada ruang buat iblis mencari celah untuk menyerang dan mengintimidasi kita. Keadaan mungkin gak berubah karena pergumulan kita, tetapi hati kita yang diubahkan oleh Tuhan dengan mengucap syukur. Merupakan pilihan kita juga bagaimana merespon siasat iblis saat dia datang menyerang, apakah berperang untuk melawan atau mau dikalahkanIt's all depend to us. Kita juga dapat melawan iblis dengan firman Tuhan, mengucapkan apa yang pernah Tuhan firman kan, seperti contoh "kita adalah pemenang, rancangan Tuhan bukan rancangan kecelakaan, Tuhan sanggup pulihkan hidup ku" dan masih banyak janji yang pernah Tuhan ucapkan. Dengan mengucapkan sesuatu yang baik, dari segi psikologi itu juga akan mempengaruhi pikiran dan perasaan kita menjadi positif. :)

Well... Tuhan itu baik :) . And then esok hari nya Dia berbicara kembali sama aku tentang pergumulan semalam melalui sebuah renungan "Santapan Rohani". Isi nya begini "

"Pernahkah Anda putus asa karena merasa kerohanian Anda bertumbuh begitu lamban? Mungkin Anda masih mudah kehilangan kesabaran atau sering tergoda untuk menyebarkan gosip. Atau mungkin Anda sering terlambat bangun untuk berdoa dan membaca Alkitab, walaupun sebelumnya Anda sudah bertekad melakukannya. Cobalah untuk menceritakan kepada seorang sahabat yang Anda percayai tentang aspek pertumbuhan rohani apa yang Anda rindukan. Mintalah bantuannya untuk ikut mendoakan Anda bertanggung jawab pada keputusan Anda. Kemudian bersabarlah. Kerohanian Anda akan bertumbuh apabila Anda mengizinkan Roh Kudus bekerja di dalam diri Anda." (Judul "Saatnya Bertumbuh")


W.O.W pas banget ! Ceritanya Tuhan sedikit nyentilin aku melalui renungan itu karena memang itu juga adalah pergumulanku seperti yang aku bilang tadi.

Guys, mungkin akhirnya aku uda berhasil ngalahin si iblis hari itu, but esok-esok nya dia pasti datang dan serang balik lagi melalui banyak cara. Bagian yang harus aku lakukan adalah bersabar dan tetap berjuang untuk melawan siasat iblis dengan banyak bersyukur, menyembah dan mengingat kembali kebaikan Tuhan dan tetap izinkan Roh Kudus untuk tetap bekerja memproduksi sukacita dan damai sejahtera. Dan aku bersama kaka rohani sepakat bahwa itu adalah cara untuk kita tetap stay calm and still grateful meskipun kita di tengah pergumulan dimana iblis paling berpotensi untuk menyerang dan membuat kita semakin terpuruk. Aku juga berjuang untuk tetap menyembah meskipun suara-suara berisik sangat berpotensi untuk mengganggu konsentrasi dalam jam-jam doaku.

Untuk melakukan itu semua bukanlah hal yang gampang. Aku juga tengah berjuang dan meminta bantuan Roh Kudus agar aku mampu dan aku percaya Tuhan pasti memampukan :)

Bapa, tolonglah kami untuk bekerja sama dengan Roh Kudus ketika Dia membentuk kerinduan kami untuk bertumbuh dan menang atas setiap perkara hidup kami. :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Perlukah Kita Mendesak Waktunya Tuhan???

Kemarin aku dengar curhat nya mama. Mama bilang kalau abang ku yang bisa dikatakan sudah sedikit berumur (31) bilang ke mama bahwa dia suda...