Oia ceritanya pas liburan Pentakosta dan Isra Mir'aj kemarin, itukan ada libur panjang ya selama 4 hari dan udah bikin planning mau
naik gunung bareng teman komunitas. Wah asik banget , secara uda kepingin
naik trus timing nya itu pas banget karna kali ini track nya panjang dan lama sekitar
8-10 jam. Jadi waktu 4 hari itu uda pas banget dan kita bisa jalan santai trus
bisa pulang Sabtu dan Minggu nya khusus istirahat biar di hari Senin badan gak
rempong :p
Pokoknya waktu nya uda mantep banget, tapi
sayang nya kondisi fisik lagi kagak mantep :( .
Oalah, ternyata si asam lambung menyerang karna kandungan kafein di obat migren yang aku minum Minggu lalu. :( Alhasil aku batal ikut padahal hati ini kepingin banget karna udah
lama planning untuk pendakian itu! Sampe-sampe waktu curhat sama teman dia
malah menegur : “Jangan ikutin hawa nafsu
kamu ya! Kapan-kapan kan bisa !” *ew* (hawa nafsu bah! ) :p
Nah di Kamis pagi aku kan lagi pel lantai
rumah, tiba-tiba terlintas kalimat ini dipikiran ku: “Hanya Yesus yang dapat memuaskan hati terdalam mu, bukan pada pacar atau suami mu”. Yah terlintas gitu aja padahal sebelumnya gak mikir soal itu dan bahkan kalimat itu kepingin aku jadiin status di BBM. Tapi
karna pagi itu aku sibuk beres-beres kayak kejar setoran biar ga telat ibadah *walaupun akhirnya telat 5
menit* akhirnya aku lupa buat update status :p
Di hari Kamis tepat pada perayaan Pantekosta kita memperingati
kenaikan Yesus ke surga. Yesus naik dan kembali ke Surga untuk menyediakan
tempat bagi kita, dan bahkan dia menjanjikan Roh Kudus sehingga kita tidak
perlu khawatir karna Allah masih tetap bersama dengan kita.
Pada saat itu Bapak Gembala mengajar
tentang “Kepuasan Hidup” di Yesaya 44:3 yang masih ada kaitannya dengan
tema Roh Kudus.
Yesaya 44:3
“Sebab
Aku akan mencurahkan air ke atas tanah yang haus dan hujan lebat ke atas tempat
yang kering. Aku akan mencurahkan Roh-Ku
ke atas keturunanmu, dan berkat-Ku ke atas anak cucumu.”
Right ! Banyak orang mencari kepuasan
dengan berbagai cara. Ada yang bekerja, travelling *plak plak plak!* (kenak
banget karna aku hobby banget travelling !), atau bahkan dengan cara yang buruk dengan narkoba, sex bebas, dugem de el
el . Padahal kita harus menyadari bahwa hanya Tuhan Yesus yang dapat memuaskan hati kita. Kita adalah manusia
yang selalu haus dan ingin sekali dipuaskan. Kita mungkin kaya raya dan
bisa kemana aja dan beli apa aja dengan duit kita yang banyak, tapi kekayaan
itu gak akan pernah bisa memuaskan hati kita. Atau kita punya wajah yang
cantik, suara yang merdu dan kita terkenal tetapi ketenaran itu gak akan bisa memuaskan hati kita. Dan justru banyak artis-artis yang udah tenar malah jatuh kedalam narkoba, sex bebas seperti
yang kita ketahui. Yang ada jadi apa? Yang ada malah kehancuran, kecanduan,hamil
diluar nikah, dan bahkan mendekap di penjara karena kasus narkoba.
Kalo misalnya Tuhan Yesus datang dalam
fisik yang nyata seperti 2000 tahun yang lalu trus datang menghampiri ku ,dan Dia
bilang : “ Jika Aku dapat memuaskan hati
mu bahkan yang terdalam sekalipun, kenapa kamu harus sibuk mencari kepuasan
dari dunia ini?” *aku pasti langsung meluk Tuhan Yesus, trus nangis dan minta
maaf* :) *lebay* :p
Yah, benar bahwa kepuasan hati kita hanya berasal dari
Yesus. Hanya Dia yang dapat memuaskan hati mu dan memenuhi nya dengan damai
sejahtera surgawi dan bukan dari dunia ini. Tapi terkadang kita lupa dan
terlalu fokus pada dunia ini sehingga kita berusaha memenuhinya dengan berbagai
kesenangan sesaat. Padahal Tuhan Yesus selalu menunggu kita untuk datang kepada
Nya dan mau memuaskan hati kita. Dia akan mencurahkan Air Hidup Nya ketanah
yang haus itu yaitu hati kita. Dia akan mencurahkan Roh Nya dan berkat-berkat
Nya atas hidup kita. Karena sebenarnya isi hati Tuhan itu bahwa Dia senang untuk
memberkati kita daripada kita yang ingin sekali diberkati oleh Nya. :)
Puas itu adalah saat kita merasa cukup
dalam keadaan apapun. Puas itu adalah keyakinan bahwa apa yang kita jalani tidak luput dari perhatian Allah. Dengan dipuaskan oleh Yesus,
dalam pergumulan apapun kita masih sanggup untuk mengucap syukur dan merasakan damai
sejahtera Allah mengalir dalam hati kita. Dengan rasa puas kita tidak perlu takut dan khawatir apabila kita tetap mau hidup dalam kebenaran. Itulah kepuasan dari Bapa kita, yang
membawa kita semakin bertelut lutut dihadapan Nya bukan malah mencari
kesenangan dunia yang bukan berasal dari pada Nya.
And then aku teringat dengan kejadian tadi
pagi * ngepel lantai :p * bahwa : “Hanya
Yesus yang dapat memuaskan hati terdalam mu, bukan pada pacar atau suami mu”. Ujung-ujung nya
teringat kembali soal “Lady in Waiting” . :p *lagi-lagi pembahasannya nyampe ke masalah ini*
“Apakah
Anda menikah atau lajang, kunci untuk menikmati saat ini berkaitan dengan rasa puas batiniah mu. Menikah atau lajang, orang itu harus belajar
bahwa Yesus lah yang menguatkan Anda
untuk berjalan di dalam keadaan yang paling menyenangkan atau yang paling
suram. Belajar merasa puas akan membutuhkan kebergantungan penuh pada
Yesus,karena keadaan-keadaan yang sulit tanpa kekuatan Yesus akan dapat
merampas potensi rasa puas mu.”
Rasul
Paulus saat tinggal dalam sebuah penjara bawah tanah yang gelap dan lembab,
menuliskan misteri rasa puas yang tidak bergantung pada keadaan. Dia
menggambarkan rahasia ini sebagai “proses belajar” dimana ia dengan rela
menyerahkan dan bukannya menentang keadaan itu:
“Kukatakan
ini bukanlah karena kekurangan, sebab aku telah belajar mencukupkan diri dalam
segala keadaan. Aku tahu apa itu kekurangan dan aku tahu apa itu kelimpahan.
Dalam segala hal dan dalam segala perkara tidak ada sesuatu yang merupakan
rahasia bagiku; baik dalam hal kenyang maupun dalam hal kelaparan, baik dalam
hal kelimpahan maupun dalam hal kekurangan. Segala perkara dapat kutanggung di
dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.” (Filipi 4:11-13)
Aku sangat-sangat diberkati dan aku percaya
bahwa Tuhan ingatkan aku kembali agar senantiasa bergantung kepada Nya sehingga
dalam kondisi apapun baik single, relationship, menikah, punya anak, punya
cucu, miskin, kaya, dalam sukacita, dalam duka cita, aku tetap merasa puas.
Ooohh pastinya gak mudah toh, tapi aku mau belajar percaya bahwa Roh Allah yang
memampukan. Hanya Roh Allah yang sanggupkan bukan dengan kekuatan diri sendiri.
Hari itu luar biasa bahwa Allah berbicara
dan rasa-rasa nya jadi gak nyesal meskipun udah batal naik gunung nya *yah,
cari di waktu yang lain jadi nya * :p. Apalagi ada rasa sukacita yang gak
terlukiskan saat menyembah Dia dan merasakan hadirat Nya. Hadirat Nya jauh lebih indah
daripada keindahan puncak gunung . :)
Bapa ajarlah kami untuk tetap merasa puas :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar