Selasa, 10 Mei 2016

Hidup Yang Puas



Oia ceritanya pas liburan Pentakosta dan Isra Mir'aj kemarin, itukan ada libur panjang ya selama 4 hari dan udah bikin planning mau naik gunung bareng teman komunitas. Wah asik banget , secara uda kepingin naik trus timing nya itu pas banget karna kali ini track nya panjang dan lama sekitar 8-10 jam. Jadi waktu 4 hari itu uda pas banget dan kita bisa jalan santai trus bisa pulang Sabtu dan Minggu nya khusus istirahat biar di hari Senin badan gak rempong :p

Pokoknya waktu nya uda mantep banget, tapi sayang nya kondisi fisik lagi kagak mantep :( . Oalah, ternyata si asam lambung menyerang karna kandungan kafein di obat migren yang aku minum Minggu lalu. :( Alhasil aku batal ikut padahal hati ini kepingin banget karna udah lama planning untuk pendakian itu! Sampe-sampe waktu curhat sama teman dia malah menegur : “Jangan ikutin hawa nafsu kamu ya! Kapan-kapan kan bisa !” *ew* (hawa nafsu bah! ) :p

Yasudah…….  Batal ….. Dan akhirnya aku putuskan untuk ibadah di hari Kamis itu.

Nah di Kamis pagi aku kan lagi pel lantai rumah, tiba-tiba terlintas kalimat ini dipikiran ku: “Hanya Yesus yang dapat memuaskan hati terdalam mu, bukan pada  pacar atau suami mu”. Yah terlintas gitu aja padahal sebelumnya gak mikir soal itu dan bahkan kalimat itu kepingin aku jadiin status di BBM. Tapi karna pagi itu aku sibuk beres-beres kayak kejar setoran biar ga telat ibadah *walaupun akhirnya telat 5 menit* akhirnya aku lupa buat update status  :p

Di hari Kamis tepat pada perayaan Pantekosta kita memperingati kenaikan Yesus ke surga. Yesus naik dan kembali ke Surga untuk menyediakan tempat bagi kita, dan bahkan dia menjanjikan Roh Kudus sehingga kita tidak perlu khawatir karna Allah masih tetap bersama dengan kita.

Pada saat itu Bapak Gembala mengajar tentang “Kepuasan Hidup” di Yesaya 44:3 yang masih ada kaitannya dengan tema Roh Kudus.

Yesaya 44:3

“Sebab Aku akan mencurahkan air ke atas tanah yang haus dan hujan lebat ke atas tempat yang kering.  Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas keturunanmu, dan berkat-Ku ke atas anak cucumu.”

Right ! Banyak orang mencari kepuasan dengan berbagai cara. Ada yang bekerja, travelling *plak plak plak!* (kenak banget karna aku hobby banget travelling !), atau bahkan dengan cara yang buruk dengan narkoba, sex bebas, dugem de el el . Padahal kita harus menyadari bahwa hanya Tuhan Yesus yang dapat memuaskan hati kita. Kita adalah manusia yang selalu haus dan ingin sekali dipuaskan. Kita mungkin kaya raya dan bisa kemana aja dan beli apa aja dengan duit kita yang banyak, tapi kekayaan itu gak akan pernah bisa memuaskan hati kita. Atau kita punya wajah yang cantik, suara yang merdu dan kita terkenal tetapi ketenaran itu gak akan bisa memuaskan hati kita. Dan justru banyak artis-artis yang udah tenar malah jatuh kedalam narkoba, sex bebas seperti yang kita ketahui. Yang ada jadi apa? Yang ada malah kehancuran, kecanduan,hamil diluar nikah, dan bahkan mendekap di penjara karena kasus narkoba.

Kalo misalnya Tuhan Yesus datang dalam fisik yang nyata seperti 2000 tahun yang lalu trus datang menghampiri ku ,dan Dia bilang : “ Jika Aku dapat memuaskan hati mu bahkan yang terdalam sekalipun, kenapa kamu harus sibuk mencari kepuasan dari dunia ini?” *aku pasti langsung meluk Tuhan Yesus, trus nangis dan minta maaf*  :)  *lebay* :p

Yah, benar  bahwa kepuasan hati kita hanya berasal dari Yesus. Hanya Dia yang dapat memuaskan hati mu dan memenuhi nya dengan damai sejahtera surgawi dan bukan dari dunia ini. Tapi terkadang kita lupa dan terlalu fokus pada dunia ini sehingga kita berusaha memenuhinya dengan berbagai kesenangan sesaat. Padahal Tuhan Yesus selalu menunggu kita untuk datang kepada Nya dan mau memuaskan hati kita. Dia akan mencurahkan Air Hidup Nya ketanah yang haus itu yaitu hati kita. Dia akan mencurahkan Roh Nya dan berkat-berkat Nya atas hidup kita. Karena sebenarnya isi hati Tuhan itu bahwa Dia senang untuk memberkati kita daripada kita yang ingin sekali diberkati oleh Nya.  :)

Puas itu adalah saat kita merasa cukup dalam keadaan apapun. Puas itu adalah keyakinan bahwa apa yang kita jalani tidak luput dari perhatian Allah. Dengan dipuaskan oleh Yesus, dalam pergumulan apapun kita masih sanggup untuk mengucap syukur dan merasakan damai sejahtera Allah mengalir dalam hati kita. Dengan rasa puas kita tidak perlu takut dan khawatir apabila kita tetap mau hidup dalam kebenaran. Itulah kepuasan dari Bapa kita, yang membawa kita semakin bertelut lutut dihadapan Nya bukan malah mencari kesenangan dunia yang bukan berasal dari pada Nya.

And then aku teringat dengan kejadian tadi pagi * ngepel lantai :p * bahwa : “Hanya Yesus yang dapat memuaskan hati terdalam mu, bukan pada  pacar atau suami mu”. Ujung-ujung nya teringat kembali soal “Lady in Waiting” .  :p *lagi-lagi pembahasannya nyampe ke masalah ini*

“Apakah Anda menikah atau lajang, kunci untuk menikmati saat ini berkaitan dengan rasa puas batiniah mu.  Menikah atau lajang, orang itu harus belajar bahwa Yesus lah yang menguatkan Anda untuk berjalan di dalam keadaan yang paling menyenangkan atau yang paling suram. Belajar merasa puas akan membutuhkan kebergantungan penuh pada Yesus,karena keadaan-keadaan yang sulit tanpa kekuatan Yesus akan dapat merampas potensi rasa puas mu.”
Rasul Paulus saat tinggal dalam sebuah penjara bawah tanah yang gelap dan lembab, menuliskan misteri rasa puas yang tidak bergantung pada keadaan. Dia menggambarkan rahasia ini sebagai “proses belajar” dimana ia dengan rela menyerahkan dan bukannya menentang keadaan itu:


“Kukatakan ini bukanlah karena kekurangan, sebab aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan. Aku tahu apa itu kekurangan dan aku tahu apa itu kelimpahan. Dalam segala hal dan dalam segala perkara tidak ada sesuatu yang merupakan rahasia bagiku; baik dalam hal kenyang maupun dalam hal kelaparan, baik dalam hal kelimpahan maupun dalam hal kekurangan. Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.” (Filipi 4:11-13)

  
Aku sangat-sangat diberkati dan aku percaya bahwa Tuhan ingatkan aku kembali agar senantiasa bergantung kepada Nya sehingga dalam kondisi apapun baik single, relationship, menikah, punya anak, punya cucu, miskin, kaya, dalam sukacita, dalam duka cita, aku tetap merasa puas. Ooohh pastinya gak mudah toh, tapi aku mau belajar percaya bahwa Roh Allah yang memampukan. Hanya Roh Allah yang sanggupkan bukan dengan kekuatan diri sendiri.

Hari itu luar biasa bahwa Allah berbicara dan rasa-rasa nya jadi gak nyesal meskipun udah batal naik gunung nya *yah, cari di waktu yang lain jadi nya * :p. Apalagi ada rasa sukacita yang gak terlukiskan saat menyembah Dia dan merasakan hadirat Nya. Hadirat Nya jauh lebih indah daripada keindahan puncak gunung . :)

Bapa ajarlah kami untuk tetap merasa puas :)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Perlukah Kita Mendesak Waktunya Tuhan???

Kemarin aku dengar curhat nya mama. Mama bilang kalau abang ku yang bisa dikatakan sudah sedikit berumur (31) bilang ke mama bahwa dia suda...