Teringat percakapan ku dengan sahabat via BBM mengenai PH.
Yaaa,
aku pikir topik mengenai PH alias Pasangan Hidup ini adalah suatu hal
yang sangat menarik khususnya bagi kita yang sedang dalam penantian akan
PH. Bagi wanita yang sedang menantikan PH dan mungkin akan
muncul kegalauan mengingat dari umur yang sudah boleh
dikatakan "cukup " untuk menikah.
Jujur aku pribadi juga terkadang muncul rasa khawatir akan hal itu, but i'm still remember that "Waktu Tuhan Bukan Waktu nya Kita" dan ada standar yang harus kita pakai untuk mendapatkan pasangan hidup apalagi jika kita sudah hidup dalam kebenaran Kristus. Kita bukannya dikatakan "pemilih" dalam artian harus cakep, mapan, punya mobil, punya rumah, investasi banyak de el el, seperti kebanyakan orang menilai dan mungkin pernah bertanya buat para ladies yang masih menunggu dan sudah di hujani banyak pertanyaan "Kapan?". Gak salah sih , but kriteria PH yang paling penting adalah He is a "Godly man" where he put God first in his life. Selebih nya itu anggap aja sebagai bonusssss hehehe :)
Jujur aku pribadi juga terkadang muncul rasa khawatir akan hal itu, but i'm still remember that "Waktu Tuhan Bukan Waktu nya Kita" dan ada standar yang harus kita pakai untuk mendapatkan pasangan hidup apalagi jika kita sudah hidup dalam kebenaran Kristus. Kita bukannya dikatakan "pemilih" dalam artian harus cakep, mapan, punya mobil, punya rumah, investasi banyak de el el, seperti kebanyakan orang menilai dan mungkin pernah bertanya buat para ladies yang masih menunggu dan sudah di hujani banyak pertanyaan "Kapan?". Gak salah sih , but kriteria PH yang paling penting adalah He is a "Godly man" where he put God first in his life. Selebih nya itu anggap aja sebagai bonusssss hehehe :)
Yaapp,
saat seorang pria datang dalam kehidupan kita, mari kita ijinkan Tuhan ambil
bagian dalam menggumulkan si pria itu. Jadikan Dia sebagai partner dan bertanya apa yang Dia kehendaki, apakah benar pria itu yang dari Bapa
atau enggak. Disamping itu agar kita juga dapat menjaga hati
walaupun bunga-bunga di hati kita lagi bermekaran. Jika kita sudah
mengenal Kristus, maka kita juga harus menjadikan Tuhan
sebagai pondasi utama dalam membangun sebuah relationship. :)
Nah, aku pernah sharing dengan salah seorang sahabat. Dia share sesuatu yang dia dapat dari sebuah artikel:
Pasangan Hidup #Sharing dari FVA
Kesalahan
dalam memilih pasangan hidup dapat membuat dirimu menderita dan sengsara
seumur hidupmu, bahkan sekalipun kamu sudah meninggal, anak cucumu akan
terus merasakan derita sengsara oleh karena pilihanmu. So, jangan
sampai salah pilih pasangan hidup mu!
Berikut rekomendasi daftar kualitas yang diambil dari buku Lady in Waiting:
- Orang yang dikendalikan oleh Roh Kudus (Ef 5:18)
- Yesus nomor satu dalamhidup nya(Markus 12:30)
- Hancur;mengerti bagaimana bergantung secara penuh pada Yesus (Filipi 4:13)
- Berpikiran pada pelayanan. dimanapun dan kapanpun (1 Kor 4:2)
- Seorang yang memiliki visi, peduli akan jiwa yang tersesat (Roma 10:14)
- Roh yang peka; sensitif pada kebutuhan orang lain (Gal 6:2)
- Mengerti tanggung jawab luar biasa seorang suami kepada istri atau sebaliknya (Ef 5:22-31)
- Cukup rendah hati untuk dapat dimuridkan (Dapat Diajar) dan mampu memuridkan orang lain (Mat 28:19-20)
- Pria/Wanita yang berdoa;ia tahu kunci keberhasilan adalah waktu pribadinya dengan Allah (Kol 4:2)
- Pria/Wanita keluarga; ia rindu memiliki anak-anak dan membesarkan mereka dengan sepatutnya bagi kemuliaan Allah (Amsal 22:6)
Kesalahan yang paling umum yang dibuat oleh seorang pasangan dalam pernikahan adalah menikahi seseorang yang ingin mereka rubah.
Pikirkanlah apa sikap-sikap dibawah ini dapat kamu ubah setelah pernikahan:
- Ketidakmauan berkomunikasi (Amsal 14:10)
- Ego yang mendominasi (Roma 12:3)
- Cepat meledak (Yak 1:19-20)
- Kecenderungan berargumentasi ( Amsal 20:3)
- Sulit meminta maaf (Ef 4:32)
- Perkataan kotor (Ef 5:4)
- Ketidakmauan terlibat di gereja (Ibr 10:24-25)
- Kecemburuan (1 Kor 13:4)
- Berpusat pada diri sendiri ( 2 Kor 5:15)
- Depresi ( 2 Kor 4:16)
- Ketidakmauan memberi ( 2 Kor 9:7)
- Selalu mengikuti teman-temannya ( 1 Kor 15:33)
- Mata yang jelalatan ( 1 Tes 4:2-7)
- Berbohong (Ef 4:25)
- Tidak dewasa ( Ef 4:15)
- Kecenderungan workaholic ( 1 Tim 6:7-11)
Mungkinkah???
Ingat, kesalahan terbesar yang dibuat oleh seorang pasangan dalam
pernikahan adalah menikahi seseorang yang ingin mereka rubah. Jadi,
tentukan standart mu dan doakan serta bertumbuhlah dalam Kristus.
Pilihanmu sekarang menentukan kehidupanmu dan generasimu selanjutnya!!!
Nah, dari sharing yang sekian panjang,maka ada beberapa kesimpulan yang kami tarik yaitu:
-
Apa yang kamu cari dari pria itu,apa tujuan mu dan apa tujuan nya? Yang
pasti tujuannya bukan hanya sekedar menikah, trus punya keturunan dll, tapi kita memuliakan Tuhan melalui pernikahan kita. Oleh karena itu penting sekali Tuhan yang menjadi kepala yang berotoritas dalam kehidupan rumah tangga kita nanti. Saat Tuhan menjadi pondasi yang kuat, saat badai datang rumah tangga itu bukannya malah tenggelam tetapi kita semakin bertumbuh dan kuat satu sama lain karena kita tau bahwa ada tangan Tuhan yang siap untuk menolong kita. Jadi kita gak saling menyalahkan satu sama lain, tetapi semakin bertumbuh di dalam iman. :)
- Apa standar yang kita pakai untuk pria itu? Yaitu apa dasar hidup , iman dan HPDT (bagaimana hubungan nya dengan Tuhan)? Apakah dia benar-benar menghidupi iman nya melalui kehidupan nya sehari-hari atau tidak? Apakah dia semakin membawa mu semakin dekat ama Bapa apa semakin jauh?
-
Apa visi dan misi dalam hidup nya? Apakah kita punya kesamaan visi dan
misi hidup? Kalaupun tidak sama, namun apakah dia bisa mendukung visi kita? Karena sungguh tak elok kita mau jalan ke A dia malah jalan
ke B, yang ada malah bentrok !
- Pria yang baik belum tentu benar, tetapi pria yang udah tau kebenaran dan mau hidup dan bertumbuh di dalam Tuhan, sudah dipastikan bahwa dia adalah pria yang terbaik.
I Think that's it :)
And then kita juga harus tau bahwa PH adalah keputusan kedua yang
terpenting dalam hidup kita setelah yang pertama yaitu terima Kristus sebagai juru selamat pribadi. Suatu hari aku bergumul soal PH dan bilang sama Bapa "Tuhan beri aku hikmat dan petunjuk Mu mengenai PH dan ajari aku untuk tetap mengedepankan Tuhan dalam setiap hubungan ku dengan seorang pria nantinya."
And Tuhan kasih sesuatu buatku:
" Marry a man who loves Jesus. Who loves God before he even knows that you exist.
A man who falls to his knees, with tears in his eyes and hands held
high, without a care to the world watching him. A man who knows that God is the best foundation in your relationship. A relationship that brings you each other closer to Him.
The man who loves Jesus will respect you. He’ll pursue you and treasure you. He won’t pressure you or control you, but gently walk beside you and lead you. He will appreciate you as the gift and beauty you are, and remind you of it every day. He will worship with you. He’ll pray for you and pray with you. He will lead you with strong hands, stand up when you can’t, but remind you that only God can satisfy.
I’m praying to find such a man. But first I have to be the kind of woman that my man is looking for. I should not only pray and wait for God to give me the best husband-to-be but I also need to let God work in me and transform me to be the best wife-to-be.
To my future husband, know that I’m always praying for you. Though we may still be nameless and faceless to each other, I believe that God has already engraved our love story which is His story in our hearts. And when His perfect time comes, we will see our story unfolds and becomes a beautiful testimony that indeed true love exists.".
The man who loves Jesus will respect you. He’ll pursue you and treasure you. He won’t pressure you or control you, but gently walk beside you and lead you. He will appreciate you as the gift and beauty you are, and remind you of it every day. He will worship with you. He’ll pray for you and pray with you. He will lead you with strong hands, stand up when you can’t, but remind you that only God can satisfy.
I’m praying to find such a man. But first I have to be the kind of woman that my man is looking for. I should not only pray and wait for God to give me the best husband-to-be but I also need to let God work in me and transform me to be the best wife-to-be.
To my future husband, know that I’m always praying for you. Though we may still be nameless and faceless to each other, I believe that God has already engraved our love story which is His story in our hearts. And when His perfect time comes, we will see our story unfolds and becomes a beautiful testimony that indeed true love exists.".
Yahhh,
ladies aku percaya that God said something to me and i know that now i'm a "Lady in Waiting". :) Trus aku sengaja tebalin beberapa kalimat yang aku baca, itulah point yang harus kita cari dari si pria dan point yang harus kita miliki sebagai dasar yang kuat .
Who loves God before he even knows that you exist .
Dia yang mencintai Tuhan bahkan sebelum dia mengenal mu. Cinta sama Tuhan ga harus kita artikan dengan "pelayanan" baik di mimbar Gereja yang kelihatan nya "holy" biar dibilang iman nya sudah matang. Perlu kita ketahui bahwa iman seseorang ga boleh di ukur dari seberapa banyak pelayanan yang dia lakukan, tapi itu boleh kita lihat dari kehidupannya sehari-hari, bagaimana cara dia berpikir, berbicara, dan memperlakukan orang lain. Namun, memang alangkah baiknya kalo kita udah kenal dan bertumbuh dalam Kristus, kita ada hati untuk melayani orang lain , bisa di mimbar gereja, anak sekolah minggu, penjara, anak jalanan, atau kegiatan sosial dimana kita terbeban untuk memperhatikan mereka orang yang terpinggirkan :) Holy itu artinya "Kudus" dan penting kita tau bahwa kekudusan adalah mutlak untuk dipertahankan, apalagi kita udah tau kalau gaya berpacaran zaman sekarang boleh dibilang gak benar. Ada yang udah tinggal serumah bareng pacar, dan bahkan sudah sex before married! Ladies, aku cuma mau bilang bahwa hanya cinya nya Tuhan yang benar-benar suci tanpa ada unsur nafsu di dalam nya, karena Dia adalah kudus.
Jika diantara kita udah punya pasangan, kita harus belajar untuk hidup kudus dan jangan sampai memberi tubuh mu untuk pria itu ! Ketahuilah saat kita mau memberi tubuh kita untuk pria itu, kamu pasti akan menyesal. Oke bisa aja kita beralasan "ahh.. aku cinta sama dia, dan kalo aku udah kasih tubuh ku, dia pasti akan semakin cinta sama ku dan kami nantinya lebih gampang untuk menikah. Aku gak mau kehilangan dia !!" Oh... come on ladies ... itu hanya alasan pembenaran :) , but dapatkah kita jamin bahwa cinta nya akan tetap sama seperti dulu ??? i don't think so!!
Kagak percaya???
Yuk, mari kita baca kisah Tamar dan Amnon di Kitab 2 Samuel 13:1-22.
Amnon sangat tergoda kepada Tamar adik perempuan Absalom yang masih seorang perawan. Saking tergodanya si Amnon sampai ia berpura-pura sakit agar supaya Tamar menjenguk Amnon. Saat Tamar hendak memberi makan hasil adonan nya kepada Amnon, saking tergoda nya Amnon sampai memperkosa Tamar. Setelah memperkosa Tamar, kemudian timbullah kebencian yang sangat besar pada Amnon terhadap gadis itu , bahkan lebih besar benci yang dirasanya kepada gadis itu daripada cinta yang dirasanya sebelumnya. Lalu Amnon berkata kepadanya : "Bangunlah, enyahlah!"(ayat 15)
Ladies, geram kagak baca kisah ini? Udah merenggut perawan si Tamar, kok si Amnon malah berubah menjadi benci ya? Ini cerita Alkitab yang bilang loohh. Yang memperkosa aja bisa jadi benci, gimana dengan dasar suka sama suka? Itu juga gak akan menjamin !
Nah, begini ladies, istilah sekuler aja yang bilang kayak gini "Pria yang benar-benar cinta sama kamu, dia gak bakal mau ngerusak kamu. Dia bakal ngejaga kamu!". And i think it's true,nah bagaimana dengan pria yang loves God, selain dia bakal ngejagain kamu dia juga bahkan membawa mu Closer to God. How beautiful is ! :)
Nah, begini ladies, istilah sekuler aja yang bilang kayak gini "Pria yang benar-benar cinta sama kamu, dia gak bakal mau ngerusak kamu. Dia bakal ngejaga kamu!". And i think it's true,nah bagaimana dengan pria yang loves God, selain dia bakal ngejagain kamu dia juga bahkan membawa mu Closer to God. How beautiful is ! :)
Aku udah banyak melihat dan mendengar kisah dari orang lain dimana mereka jatuh dalam sex dengan pacar nya, habis itu di tinggalin gitu aja setelah tahu kalo si cewek hamil. Atau oke si cowo bertanggungjawab atas perbuatannya, but bagaimana jika dasar rumah tangga yang kita bangun awalnya udah ga bener yaitu karena faktor accident dan sebenarnya masih sama-sama gak siap! Gimana ntar kita ngehadapin banyak hal dalam berumah tangga. Gak kebayang banget kan? But disini aku bukan mau menghakimi mereka ,tetapi Tuhan taruh sesuatu dihati ku, bahwa hanya cinta nya Tuhan yang benar-benar murni dan tulus. Aku juga sebagai wanita bisa merasakan gimana rasanya kalo kita dicampakkan apalagi jika sudah menyerahkan segalanya buat pria itu. But, it's depend to us, apakah kita bisa bangkit dan mengampuni atau malah terpuruk. So jangan turunkan standard mu ! :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar