Well, aku juga pernah mengalami kasus "Luka Hati" seperti yang dia rasakan, makanya saat dia cerita bilang "aku masih belum bisa memaafkan diri ku sendiri", so aku terus terang aja bilang ke dia "kamu harus mengampuni masa lalu, biar kamu bisa move on. Meskipun sulit tapi Tuhan pasti mampukan kok!". Yah, temanssss sama seperti yang pernah aku tulis sebelumnya, mengampuni itu gak gampang but kita bisa meminta agar Roh Allah menguatkan kita untuk dapat melakukannya. Tiap hari adalah hari untuk belajar dan berjuang melakukan kehendak Nya :) .
Artikel yang ditulis oleh Floyd Mc Lung (ringkasan) mengatakan beberapa langkah yang harus kita lakukan agar kita menerima kesembuhan luka hati dari Tuhan .
Langkah 1 : Akuilah Kebutuhan Anda Untuk Disembuhkan
Mulailah dengan bersikap jujur dengan Allah.Lagipula Ia mengenal Anda dengan baik sekali dan ia tidak akan menolak Anda.Sesungguhnya Ia rindu dan sedang menunggu Anda untuk bersikap jujur sehingga Anda dapat menerima kasih dan pertolonganNya.Ceritakanlah kepadaNya segala sakit hati, kekecewaan Anda. Pokoknya segalanya! Kemudian, Anda dapat membuka diri terhadap orang lain yang dapat membantu Anda mengikuti langkah-langkah kesembuhan ini. Pilihlah seorang teman kristen yang DAPAT DIPERCAYA dan yang mau BERDOA dengan Anda serta MEMBESARKAN hati Anda.
Jika Anda telah berbuat salah terhadap orang lain, Anda juga perlu menemui mereka dan membereskannya. Ini adalah bagian dari pengakuan akan kebutuhan Anda. Kita melakukan ini bukan supaya diampuni Allah, tetapi justru karena kita telah diampuni. Buah hubungan yang benar dengan Allah ialah menghendaki dipulihkannya suatu hubungan yang retak dengan orang lain.
Dalam bersikap jujur mengenai kebutuhan kita, penting sekali untuk membedakan antara dosa, luka hati dan ikatan. Untuk dosa perlu ada pengampunan, untuk luka perlu kesembuhan dan untuk ikatan rohani kita perlu pembebasan. Kadang-kadang kita membutuhkan pertolongan dalam ketiga bidang tersebut.
Anda tidak dapat mengakui luka sebagai dosa, sebab luka bukanlah dosa. Namun, jika sebagai akibat terluka Anda mengembangkan sikap atau respons yang berdosa, meskipun orang lain itu yang bersalah, Allah tetap minta pertanggungjawaban Anda atas respons Anda. Sesungguhnya-Allah tidak menganggap orang itu bersalah 80% dan Anda hanya 20 %, tetapi keduanya , baik Anda maupun orang itu , 100% bertanggungjawab atas perbuatan masing-masing. Jika Anda tidak menerima tanggung jawab sepenuhnya atas perbuatan Anda, kesembuhan akan terhambat. Mengapa demikian? Jika sikap Anda penuh kekesalan, kepahitan, atau tidak mengampuni, kesembuhan dan pengampunan Allah akan terhambat. "Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang disurga akan mengampuni kamu juga... Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang,Bapamu juga tidak akan mengapuni kesalahanmu"
(Mat 6:14,15).
Sebagai kesimpulan, langkah-langkah untuk kesembuhan dan pemulihan yang utuh bertalian dengan kejujuran akan kebutuhan kita ini adalah sebagai berikut:
- Akuilah kebutuhan dan dosa kita. Kejujuran akan mendatangkan kasih karunia Allah ke dalam hidup kita.
- Terimalah kasih karunia Allah. Kasih karuniaNya adalah pemberian kasihNya, penerimaanNya dan pengampunanNya bagi kita, dan hal itu membuat kita merasa aman di dalam Dia. Rasa aman itu membangun iman.
- Percayalah kepada Tuhan dan orang lain. Iman mendatangkan kepercayaan dan memungkinkan kita mempunya hubungan akrab dengan Allah dan sesama.
- Bangunlah hubungan hati ke hati dengan Allah dan sesama. Hubungan tersebut dimungkinkan jika kita telah merendahkan hati. Maka Allah dapat menyalurkan kasih dan pengampunan kepada kita secara pribadi dan di dalam hati kita kepada orang lain. Maka Allah dapat menyalurkan kasih dan pengampunan kepada kita secara pribadi dan di dalam hati kita kepada orang lain.
Beberapa diantara kita mengarungi hidup ini dengan mengumpulkan emosi yang negatif. Kita tidak diajar bagaimana mengenali atau MENGKOMUNIKASIKAN perasaan kita, sehingga kita menimbun kemarahan, kekecewaaan, ketakutan, kepahitan, dan emosi negatif lain sejak kanak-kanak. Menindih emosi yang satu diatas yang lain sama seperti menumpuk sampah, lapis demi lapis di dalam kantong sampah. Dan itu adalah sesuatu yang akhirnya harus dibuang.
Proses penimbunan emosi yang tidak dapat dikenali dan dikomunikasikan itu menghasilkan akibat-akibat yang tragis, dari tukak lambung (penyakit maag) sampai bunuh diri. Kebanyakan kita tidak diajarkan bagaimana mengatasi kesulitan. Kita bertumbuh secara secara fisik sedangkan batin kita mengalami kemandegan. Kita menyimpan penghalang emosi yang menghalangi kita untuk memberi dan menerima dalam hubungan kita dengan orang lain dan dengan Bapa kita.
Dr. Phil Blakely, menyatakan bahwa untuk menangani masalah ini kita perlu "diuraikan kembali", yaitu mengeluarkan uneg-uneg yang tertimbun di dalam diri kita. Untuk melakukan hal ini kita memerlukan pertolongan seseorang.
Bagi orang Kristen, berarti harus dimulai dengan DOA. JIKA BUKAN KEPADA YESUS KITA BERPALING SEBELUM BERPALING KEPADA ORANG LAIN, maka kita TIDAK AKAN PERNAH disembuhkan. Dialah pencipta kita, Dia merindukan kita untuk membagi perasaan dengan-Nya, sebab Ia sangat mengasihi kita.
Tentu saja, kita perlu berbicara dengan orang lain. Penting sekali untuk membina persahabatan dengan orang lain yang mengijinkan kita untuk bersikap sebagaimana adanya kita, tetapi YANG CUKUP MENGASIHI SEHINGGA MAMPU UNTUK MENEGUR JIKA KITA BERBUAT SALAH.
Langkah 3: Ampuni Mereka yang Telah Menyakiti Anda
Mengampuni bukanlah sekedar melupakan kesalahan yang dilakukan seseorang terhadap kita, juga bukan semacam perasaan rohani yang "mistik". Mengampuni berarti memaafkan orang untuk kesalahan yang telah diperbuatnya. Mengampuni berarti menunjukkan kasih dan penerimaan meskipun disakiti.
Mengampuni seringkali merupakan proses dan bukan suatu tindakan "sekali jadi". Kita terus mengampuni SAMPAI rasa sakit itu hilang. Semakin dalam lukanya, semakin besar pengampunan itu diperlukan. Sama seperti seorang dokter harus membersihkan luka di tubuh kita dan menjaga agar jangan sampai terkena infeki supaya dapat sembuh dengan baik, begitu pula kita harus menjaga kebersihan luka-luka batin kita dari kepahitan supaya luka-luka itu juga dapat sembuh. SETIAP KALI ANDA TERINGAT ORANG TERTENTU DAN MERASA SAKIT, AMPUNILAH DIA. Katakan saja kepada Tuhan bahwa Anda memilih untuk mengasihinya dengan kasih-Nya. Terimalah kasihNya untuk orang itu dengan IMAN. Lakukanlah hal itu setiap kali Anda teringat orang tersebut sampai Anda merasa benar-benar sudah mengampuninya.
Pengampunan Allah terhadap kita harus menjadi motivasi kita untuk mengampuni. Jika Anda merasa sukar mengampuni orang lain cobalah pikirkan sejenak seberapa banyak Dia TELAH mengampuni Anda. Jika Anda merasa tampaknya tidak banyak, maka mintalah kepadaNya untuk menyingkapkan hidup Anda sebagaimana Ia melihatnya. Ia akan menjawab doa Anda JIKA Anda berseru kepadaNya dengan sungguh-sungguh.
Langkah 4: Terimalah Pengampunan
Jika Anda telah disakiti oleh orang lain dan telah berdosa dalam reaksi Anda terhadap mereka, maka penting sekali tidak hanya untuk mengampuni mereka yang menyakiti Anda, tetapi juga minta ampun kepada Allah atas tindakan Anda yang salah terhadap mereka. Jika Anda lakukan ini, mungkin Anda akan merasakan suatu kebutuhan untuk MENGAMPUNI DIRI SENDIRI. Ada kalanya, musuh terbesar kita adalah kegagalan kita sendiri. Sering kali kita lebih keras terhadap diri sendiri daripada terhadap siapapun. Jika Anda mengalami kegagalan, curahkanlah rasa gagal itu kepada Tuhan didalam doa, akui dosa Anda, dan katakan kepadaNya bahwa Anda TELAH mengampuni diri sendiri. Setiap kali rasa gagal itu muncul berterima kasihlah kepada-Nya buat pengampunan-Nya.
Ada perbedaan besar antara penyesalan terhadap dosa dan penghukuman. Penyesalan berasal dari suatu perasaan gagal. Penyesalan ialah karena kita telah berdosa. Penyesalan itu spesifik dan jelas, dan berasal dari Tuhan, penghukuman itu samar-samar dan umum, dan berasal dari diri kita sendiri atau iblis.
Jika Anda telah berbuat dosa, tetapi Anda tidak yakin, mintalah supaya Tuhan memberi penyesalan. Sebagai Bapa yang penuh kasih Ia akan mendisiplinkan Anda. Jika penyesalan itu tidak datang, sementara Anda menanti dihadapanNya dalam doa, bersyukurlah kepadaNya atas kasihNya dan pengampunanNya dan lanjutkan kegiatan Anda pada hari itu. Tetaplah terbuka bagiNya untuk menunjukkan sikap bersalah pada diri Anda, tetapi jangan menjadi lumpuh oleh sikap mawas diri (introspeksi). Jangan berkubang dalam perasaan kasihan pada diri sendiri. Hal itu sangat merusak.
Jika Anda mempunyai sikap yang salah terhadap siapapun yang telah menyakiti Anda, maka penting sekali mengakui hal itu kepada Allah. Kita mempunyai TANGGGUNG JAWAB untuk menjaga hati kita bersih di hadapanNya. Jika Anda menjadi kritis, keras hati, iri, membangkang, sombong, menghakimi, atau pahit hati, maka Anda perlu berurusan dengan respon Anda. Jika Anda rendah hati di hadapanNya, Ia akan mengampuni dan menyebuhkan luka-luka Anda. ADA KESEMBUHAN MELALUI PENGAMPUNAN.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar