Langkah 5: Terimalah Kasih Bapa
Di dalam hidup kita ada kekosongan yang hanya dapat diisi oleh Allah
sendiri. Ketika Anda berdosa dan minta ampun, atau bergumul dengan rasa
tidak aman dan rendah diri, maka ada kemungkinan bahwa KEKOSONGAN ITU
TIDAK PENUH. Mintalah kepadaNya pada saat-saat tersebut untuk memenuhi
Anda dengan Roh-Nya. Lawanlah kesadaran untuk berpusat pada diri sendiri
dengan berpusat kepada-Nya. Perlu saya tekankan betapa pentingnya
langkah ini dalam proses kesembuhan. Mengasihani diri dan berpusat kepada
diri sendiri sangat mendukakan Roh Kudus.
Pusatkan pikiran dan doa Anda pada karakter Allah dan berbagai aspek
dari hati Bapa. Sembah Dia, bicaralah kepadaNya, pujilah Dia, dan
pikirkanlah Dia. Renungkan kesetiaanNya, kekudusan-Nya, kemurnian-Nya
belas kasihan-Nya, kemurahan-Nya, pengampunan-Nya.
Mengembangkan sikap menyembah merupakan bagian vital untuk menerima
kasih Allah. Kembangkan sifat tersebut diatas segalanya. Hafalkan
ayat-ayat atau lagu-lagu yang memerangi kesepian dan kehilangan
semangat. Penyembahan adalah pintu masuk ke hadirat Bapa yang menjauhkan
Anda dari depresi dan mengasihani diri. Ada orang yang mengatakan bahwa
mereka tidak dapat menyembah Allah jika mereka tidak merasakan keinginan
itu, sebab hal itu sama saja dengan kemunafikan. Jawaban saya adalah
bahwa kita tidak menyembah Allah karena apa yang kita rasakan, tetapi
karena siapa Dia. Saya sering menyembah Allah karena apa yang kita
rasakan, tetapi karena siapa Dia. Saya sering menyembah Allah,
bagaimanapun perasaan Saya. Saya tidak mau menjadi seorang tawanan
perasaan Saya, jadi saya tetap menyembah Dia. Jika Saya merasa susah
hati, Saya berusaha mengungkapkan perasaan Saya dengan jujur, tetapi
kemudian Saya berfokus kepada siapa Dia dan bukan kepada apa yang saya
rasakan.
Apakah Anda mau menerima kasih Bapa? Luangkanlah waktu Anda
dihadirat-Nya. Kita bermandikan kasih-Nya ketika menghabiskan waktu
bersama-Nya dan memberi kepada-Nya. Apa yang dapat kita berikan
kepada-Nya? Melalui perkataan dan pikiran kita dapat memberi kepadaNya
hormat, perhatian, pujian dan penyembahan. Jika hal ini sulit bagi Anda,
selidikilah Alkitab dan garis bawahi ayat-ayat yang bicara secara
khusus tentang sifat dan karakter Allah. Mazmur adalah bagian yang
terbaik untuk memulai. Lalu berdoalah dan nyanyikanlah ayat-ayat
tersebut kepada Bapa pada waktu Anda berdoa. Jika Anda lakukan ini
setiap hari, Anda akan mendapati diri Anda semakin mengasihi Bapa. Anda
akan merasakan kehadiran-Nya yang akrab di dekat Anda sebagai tanggapan
atas kata-kata pujian Anda. Jangan terkejut apabila Ia mengutarakan
kata-kata penghargaan, persetujuan dan kasihNya sepanjang hari. Ia
senang mengasihi anak-anak Nya.
Langkah 6: Pikirkanlah Pikiran Allah
Alkitab mengatakan bahwa kita harus mengasihi Allah dengan segenap
hati, jiwa, akal budi dan kekuatan kita, dan bahwa kita harus mengasihi
sesama seperti diri sendiri (Im 19:18, Mat 19:19). Allah ingin supaya
kita mengasihi diri sendiri, bukan secara egois, tetapi dengan kasih-Nya.
Ia ingin supaya kita berpikir menurut pikiran-Nya tentang diri
kita-pikiran yang penuh kebaikan, penghargaan, hormat dan kepercayaan.
Jika Anda mempunyai pola berpikir negatif tentang diri sendiri, saya
sarankan agar Anda berhenti sekarang dan menulis dua atau tiga cara
berpikir negatif yang paling umum bagi Anda. Setelah itu, tulis pikiran
Allah terhadap diri Anda yang berlawanan dengan pikiran negatif itu
berdasarkan firman atau sifat-Nya. Misal-nya jika Anda menulis bahwa
Anda berpikir Anda akan selalu gagal, tulislah: "Saya ahli dalam... "
dan sebutkan satu hal yang Anda lakukan dengan baik. Tuliskan juga apa
yang dikataklan Alkitab tentang bidang kehidupan Anda tersebut. Misalnya
Flp 4:13, " Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi
kekuatan kepadaku". Setiap kali Anda mulai berpikir negatif, berhentilah
dan ucapkanlah pikiran yang positif bersamaan dengan ayat dari Alkitab.
Diperluka waktu tiga (3) minggu untuk mematahkan suatu kebiasaan buruk
dan menggantinya dengan yang baik. Katakan terus kebenaran kepada diri
sendiri sampai Anda menghancurkan pola berpikir yang negatif tersebut.
Jangan menyerah kepada kebohongan dan pikiran yang menghukum.
Bertekunlah dengan pertolongan-Nya Anda dapat melakukannya.
Berserulah kepada-Nya setiap kali Anda gagal, dan mulailah lagi.
Pernahkah Anda perhatikan di dalam Alkitab bagaimana Allah sering
mengulang-ulang suatu kebenaran ketika Ia berusaha memberi semangat
kepada seseorang ? Dalam Yosua 1, Tuhan berkata empat kali kepada Yosua
supaya "jangan takut". Mengapa? Karena Yosua perlu diingatkan untuk
berpikir menurut pikiran Allah tentang dirinya. Ia siap untuk maju
berperang dan ia perlu diberi semangat.
Penyebab depresi yang paling umum ialah memikirkan pikiran-pikiran yang
merendahkan diri dan menghukum diri sendiri. Kita
harus mematahkan kebiasaan berpikir negatif dengan memikirkan pikiran
Allah. Jika Anda menyadari adanya "pola reaksi" tertentu dalam hidup Anda yang
negatif, defensif atau egois, tuliskanlah semua itu. Lalu tulis
disampingnya bagaimana Allah ingin Anda bereaksi dalam situasi yang
menyebabkan Anda merasa terancam atau defensif. Jika Anda bertindak
dengan cara yang negatif atau egois, berhentilah dan berdoalah; kemudian
pilihlah cara berespons yang Allah kehendaki agar Anda lakukan.
Mintalah supaya Ia memberi Anda kesanggupan untuk mewujudkan pikiran dan
pilihan ini. Jika Anda gagal, mintalah ampun kepada-Nya dan lanjutkan
usaha Anda. Jika iblis mengatakan Anda telah gagal lagi, setujui hal
itu, tetapi katakan kepada iblis bahwa Anda menolak untuk mengasihani
diri sendiri!. Terimalah tanggung jawab atas kegagalan Anda, minta ampun
kepada Allah atau minta bantuan-Nya, dan lanjutkan usaha Anda! Terus
kerjakan sampai Anda membangun kebiasaan baru yang benar. Bertahun-tahun
Anda mengembangkan kebiasaan buruk, jadi jangan menyerah karena memakan
waktu berminggu-minggu atau berbulan-bulan untuk menggantinya dengan
pola Allah. Mulailah dengan satu atau dua kebiasan pada saat yang
bersamaan, dan kemudian yang lainnya. Jika kita lakukan apa yang
mungkin, Allah melakukan apa yang tidak mungkin bagi kita.
Langkah 7: Bertekun
Alkitab berkata, "Jika kita bertekun, kitapun akan ikut memerintah
dengan Dia" (2 Tim 2:12). Ketekunan mempunya dua aspek: Di satu sisi
ketekunan berarti komitmen di pihak kita untuk tidak menyerah, suatu
tekad untuk mengerjakanya sampai tunt disisi lain ketekunan
berhubungan dengan kesanggupan yang diberikan Allah. Allah memberi kasih
karunia kepada kita untuk dapat menyelesaikan apa yang Ia
perintahkan untuk kita lakukan. PerintahNya juga merupakan janji
kemenangan-Nya.
Kadang-kadang, mungkin Anda merasa tidak sangggup untuk bertahan
sampai akhir. Mungkin itu memang benar ! Tetapi jika kita mencapai akhir
dari apa yang mungkin bagi kita, maka kita akan melihat Allah melakukan
apa yang tidak mungkin. Iman tidak dimulai sebelum kita percaya bahwa
tidak ada yang mustahil bagi Allah. KITA TIDAK MEMERLUKAN IMAN UNTUK
MELAKUKAN APA YANG MUNGKIN BAGI KITA. Jadi, ketika kita menghadapi
situasi yang tidak mungkin dalam hidup kita, pujilah Allah, sebab pada
saat itulah Anda dapat mempraktekkan iman Anda.
Mengapa ketekunan itu merupakan salah satu langkah proses kesembuhan
Allah dalam hidup kita? Menyerah membuat kita menjadi rentan terhadap
perasaan jengkel, marah atau terluka, tertolak, curiga atau apa
saja yang mengganggu kita. Kadang-kadang kita ingin Allah melakukan
mujizat dan mengangkat segala kesulitan kita sekarang juga. Akan tetapi,
Bapa membawa kita melalui suatu proses yang menyiapkan kita untuk pada
akhirnya memerintah bersama-Nya di surga. Karena Ia ingin membentuk dan
menyempurnakan kita, Ia ijinkan kita mengalami pencobaan yang "memaksa
kita" untuk membuat pilihan.
Ada saatnya kita gagal, tetapi ketika kita mengakui dosa-dosa kita,
berpaling darinya dan memilih untuk membenci dosa sebagai tindakan iman,
kita akan menerima pengampunan Allah dan suatu permulaan yang baru.
Dialah Allah dari segala permulaan yang baru. Bagian kita ialah
merendahkan hati dan berpaling dari dosa atau kegagalan; bagianNya ialah
mengampuni kita dan memberi kita suatu permulaan yang baru. Ia senang
melakukan hal ini, sebab Ia adalah Bapa kita dan Ia adalah kasih.
Ia sedang bekerja dalam diri Anda. Pergumulan adalah bagian dari
proses kesembuhan yang berkemenangan. Anda sedang belajar sesuatu yang
tak ternilai yaitu kerendahan hati; pengampunan; belas kasihan dan ketekunan.
Majulah terus! Kita sedang berperang, tetapi kita ada di pihak yang
menang! Yesus adalah Sang Pemenang!. Akan hal ini aku yakin sepenuhnya
yaitu Ia yang memulai pekerjaan yang baik diantara kamu, akan
meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus. (Flp 1-6)
Allah sedang mencari orang-orang yang dapat memenuhi maksud-Nya yang
mula-mula ketika Ia menciptakan umat manusia. Ia menghendaki
persahabatan dengan kita. Dan Ia tidak menghendaki persahabatan dengan
sekelompok orang yang egois; tujuan-Nya ialah mempersatukan mereka semua
yang mengasihiNya ke dalam satu keluarga. Begitulah, ketika orang
mengasihi-Nya. Ia mengumpulkan mereka bersama untuk menikmati
persahabatan yang mendalam, saling mempedulikan dan mendukung dan
merayakan kasih, pengampunan dan kesempurnaan yang Ia berikan kepada
mereka.
Tuhan Memberkati :)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Perlukah Kita Mendesak Waktunya Tuhan???
Kemarin aku dengar curhat nya mama. Mama bilang kalau abang ku yang bisa dikatakan sudah sedikit berumur (31) bilang ke mama bahwa dia suda...
-
Aku mencoba merenungkan kembali arti visi dan misi akan rumah belajar yang sedang aku kelola. Sebenarnya aku meneruskan kembali rumah belaj...
-
Masih teringat pada hari Minggu kemarin 24.04.2016 aku percaya banget 100% bagaimana Tuhan ngomong ke aku secara khusus melalui hamba Nya ...
-
Teledor atau gak hati-hati bahwa setiap orang pasti udah pernah ngelakuin hal demikian termasuk aku. Tapi kalo hal ini berlanjut terus-mener...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar