Rabu, 08 Juni 2016

Ketika Aku Sakit (2)

Setelah Tuhan ajarkan aku akan patah hati dan masa lalu, lanjut lagi dengan pergumulanku yang bisa dikatakan menjadi duri dalam daging buatku. Yaitu sakit penyakit yang sampai sekarang aku masih berjuang untuk pulih total.

Penyakit ini kedengarannya sepele yaitu asam lambung. Namun penyakit ini udah merubah fisikku dengan sangat drastis. Aku kehilangan bobot sampe 10 kilo dan alhasil kemarin sempat kurus kempot sampai-sampai semua teman kaget! :p Pada saat itu bisa dibilang adalah titik terendahku karna bahkan sampe sekarang kadang masih gak bisa menerima :”kenapa fisik ku jadi kurus seperti ini Tuhan?” . Aku memang lebih banyak nyalahin diri sendiri karena aku sadar ini dikarenakan pola makanku yang ga benar trus jadi sakit sampe kurus seperti ini. Tapi saat itu aku masih egois dan ga mau hanya nyalahin diri sendiri. Aku juga ikut nyalahin Tuhan kenapa Dia izinkan aku menderita sakit ini dengan cukup lama. :”Apa salahnya Tuhan langsung kasih mujizat di lambung ku dan bikin badan ku berisi kembali? Sebenarnya aku pribadi uda capek banget karena fisikku menjadi lemah!”. Saat itu aku jadi benci dengan diri ku sendiri. Aku merasa wanita paling jelek di dunia ini. Pernah dalam kurun waktu lebih dari enam bulan aku gak pede berselfie ria karna aku merasa wanita paling jelek sedunia. >.<

Ini bisa dibilang pergumulanku yang sedikit berat karena sampai sekarang masih mau baikan, kambuh lagi, baikan lagi, kambuh lagi. Untuk yang satu ini aku jujur mengaku sama Tuhan kalo aku masih mau bandel dan suka makan yang jadi tantangan penyakitku yaitu mie. Sumpah ini godaan terbesar daripada melihat cowo ganteng sekalipun! Wkwkwk *apaan sih* :p . Segala jenis obat baik yang udah mahal maupun tradisional udah dicoba dan sebenarnya perasaan putus asa itu sering muncul dalam hati ku. :( Pernah waktu aku lagi bercermin dan memandangi wajahku yang kurus, Tuhan taruh sesuatu dihati ku: “Gimana mau sembuh jika kamu GAK TAAT?”. Saat itu aku sadar Tuhan ingatkan aku karna aku memang gak taat untuk soal makanan dan selalu ngikutin hawa nafsu . >.<

Namun melalui sakit ini, banyak hal yang Tuhan ajarkan padaku dan juga banyak kebaikan-Nya yang aku rasakan meskipun hingga sekarang sakitku belum pulih total. Tapi aku tetap mengucap syukur kepada Tuhan karena banyak hal-hal yang luar biasa yang Tuhan taruh dihidupku meskipun aku harus menanggung ini. Aku juga masih berjuang untuk tetap taat, taat dan taat!!  >.<

2 Korintus 12:9 
 “Tetapi jawab Tuhan kepadaku:”Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna”. Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku.”   


Filipi 4:11&13
11 “Kukatakan ini bukanlah karena kekurangan, sebab aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala hal”
13 “Segala perkara dapat kutanggung didalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku”

Sakit yang Tuhan izinkan ini bisa dibilang menjadi duri dalam daging. Namun aku percaya Tuhan punya suatu tujuan atas terjadinya sakit ini meskipun karena kesalahanku. Saat aku membaca ayat ini, Tuhan ajarkan aku untuk jangan selalu mengeluh tiap kali sakit ini datang. Tuhan ajarkan aku untuk dapat mencukupkan diri didalam kelemahanku ini. Meskipun aku sakit, aku harus merasa cukup dan gak kekurangan sesuatu hal. Aku harus merasa cukup tanpa harus melihat orang lain yang kondisinya selalu fit. Aku harus belajar untuk tunduk atas kehendak-Nya biar gak suka mengeluh! Dulu tiap sakit ini datang, bawaannya pasti selalu mengeluh, menyesali diri, bahkan sampai menangis. Aku selalu memperkatakan : "Tuhan, seandainya waktu bisa diputar kembali aku pasti akan memperbaiki itu semua. Seandainya Tuhan.... Seandainya.. " *sambil mewek-mewek*. Tapi Tuhan ajarkan aku untuk mengucap syukur dikala aku sakit meskipun hati dan bibir ini berat untuk mengatakannya. Karena sebenarnya lebih enak mengeluh dan sambil meratap dikala sakit bukan? :p  Namun saat aku mencoba belajar belajar dan belajar untuk tetap mengucap syukur, kuasa-Nya memang nyata bagiku. Aku merasa ada kekuatan baru yang aku dapatkan, ada damai sejahtera meskipun gak ada dasar untuk damai sejahtera, ada muncul harapan dihatiku. Disamping itu, mujizat yang aku rasakan dari Tuhan adalah aku masih sanggup melakukan banyak aktivitas, melayani Tuhan, berpetualang, dan sakit itu justru gak berarti saat aku melakukan banyak kegiatan.

Melalui sakit ini Tuhan ajarkan aku banyak hal. Dulu aku ini cewek yang merasa udah manis, wkwk :p dan badanku padat berisi. Namun sejak sakit itu datang dan membuat badanku kurus, pipi kempot sampai banyak teman yang terkejut melihat perubahan fisikku, dan saat itu aku merasa wanita paling jelek sedunia. Namun Tuhan ajarkan aku seperti ini : "Untuk apa kamu menjadi cantik kalo hatimu gak baik, kamu bodoh, dan kamu gak takut akan Aku?". Akhirnya perlahan Tuhan ajarin aku kalo fisik itu bukan mutlak dalam  menentukan kualitas diri. Yang paling Tuhan mau adalah saat aku menjadi seorang wanita yang takut akan Dia. Meskipun awalnya dengan berat hati say goodbye dengan fisikku yang dulu :p , namun Tuhan ajarkan aku untuk lebih mementingkan kecantikan yang dari dalam dan takut akan Dia. Dalam proses yang menyakitkan itu, Tuhan mulai ajarin aku untuk mengisi pikiran dan hatiku dengan firman dan ilmu pengetahuan. Hatiku banyak diubahkan oleh-Nya dan pada titik itulah aku mulai belajar untuk lebih mempercantik diri dengan heart and mind. Cara Tuhan memang saaaaangat menyakitkan, namun aku belajar untuk mengucap syukur akan tiap proses sakit yang udah Dia izinkan terjadi. And finally perlahan untuk berselfie ria udah mulai PeDe, dan aku belajar untuk percaya bahwa : "Aku ini cantik. Anak Tuhan gak ada yang jelek, aku tetap cantik!"  *pede banget* :)

Meskipun keadaan gak berubah, namun hatiku yang telah diubahkan oleh Tuhan. Aku gak berharap menunggu sembuh total dulu baru aku mengatakan mujizat Tuhan nyata akan sakit penyakitku. Aku gak menunggu tunggu sembuh dulu baru menceritakan kebaikan Tuhan akan sakit penyakitku. Saat aku kuat dalam menahan rasa sakitku, Tuhan sebenarnya udah bekerja dalam diriku. Saat aku mampu untuk mengucap syukur ditengah sakitku meskipun hati dan bibir ini sulit menerima dan mengucapkannya, namun Roh Kudus yang memampukan untuk tunduk atas kehendak-Nya........karena ketika aku sakit Engkau Tuhan yang melawat aku :)

Aku diizinkan sakit dan lemah agar aku mencukupkan diri dalam setiap keadaan agar supaya kuasa Tuhan menjadi sempurna dalam kelemahanku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Perlukah Kita Mendesak Waktunya Tuhan???

Kemarin aku dengar curhat nya mama. Mama bilang kalau abang ku yang bisa dikatakan sudah sedikit berumur (31) bilang ke mama bahwa dia suda...