Jumat, 03 Juni 2016

Ketika Aku Sakit (1)

Bicara soal "sakit" pasti gak ada seorang pun di dunia ini yang kepingin sakit baik itu sakit hati maupun sakit penyakit. Tapi kenyataannya semua manusia sudah pasti pernah mengalami rasa sakit itu.

Yang jadi pertanyannya adalah bagaimana saat sakit itu datang menghampiri kita? Setiap respon pasti akan selalu berbeda bagi masing-masing orang. Apakah sakit itu semakin melemahkan, membuat tidak berdaya, atau dengan sakit membuat kita bersyukur dan memandang bahwa ada pribadi yang gak akan pernah tinggal diam dan justru kita belajar dari pengalaman sakit itu? Sakit yang justru membawa berkat bagi kita. Kedengaran konyol memang, dan kenyataannya memang sangat sulit, tetapi Allah menghendakinya berbeda dari apa yang kita pikirkan dan apa yang kita mau. Dia menghendaki kita bersukacita dalam segala hal meskipun sakit dalam keadaan apapun.


Jika bicara soal sakit, yaah aku pribadi juga pernah merasakannya atau lebih tepatnya patah hati karena cinta. :p  Sebenarnya masalah putus  cinta udah hal biasa alias udah terlalu mainstream dan semua orang pastinya udah mengalami tapi kalo sakit nya jangan ditanyalah , ekstrim binggooo :p . Apalagi kalo si mantan dengan secepat kilat punya pacar baru. Saat itu banyak asumsi yang muncul dipikiranku : "Why is so fast?  I think he never loves me!" Yah opiniku saat itu jika ternyata perasaan gak pernah dicintai itu sangat menyakitkan ! *lebay* meskipun dipikiran si pria itu sebenarnya apa, aku juga gak tau. Aku nyesal bangeeeettt pernah pacaran ama itu cowo, dan aku merasa wanita paling sial di dunia ini. Akhirnya aku ikut nyalahin Tuhan atas semua kejadian itu apalagi butuh waktu lama untuk proses pemulihan itu. :p

Menerima itu semua enggaklah mudah dan memang benar hanya kekuatan Tuhan  yang memampukan kita untuk dapat menanggung rasa patah hati dan kekecewaan itu semua. Disamping itu aku memang butuh waktu yang lumayan lama untuk dapat pulih. wkwkwk :p Namun dalam proses penyembuhan itu aku udah menyaksikan kebaikan Tuhan saat Dia tangkap aku, Dia balut lukaku karena Dia begitu sangat mengasihiku.  Saat itulah aku mulai belajar untuk mengenal kasih Nya yang ternyata teramat dalam bagiku. Meskipun berkali-kali aku jatuh dan bangkit, jatuh lagi dan bangkit lagi namun Dia tetap setia untuk mengajari aku akan banyak hal.


Mazmur 147:3

“Ia menyembuhkan orang-orang yang patah hati dan membalut luka-luka mereka”.


Pelajaran pertama yang Tuhan ajarkan kepadaku adalah bahwa cinta yang tulus itu hanya dimiliki oleh Allah itu sendiri . Cinta Nya gak akan pernah ngecewain, gak akan pernah PHPin kita alias Pemberi Harapan Palsu! Saat aku terlalu menggantungkan harapan ku pada seorang pria, saat itu lah pintu kekecewaan akan terbuka lebar. Saat aku lebih mencintai seorang pria daripada mencintai  Tuhan, dan aku gak mengikutsertakan Tuhan dalam hubunganku, saat itu lah Tuhan mematahkan hati ku dengan rasa yang teraaaaamat sakit. >.< Jadi Tuhan ajari aku kalo aku harus mencintai Dia terlebih dahulu baru aku mencintai seorang pria. Dalam mimpiku aku percaya Tuhan pernah dengan jelas bilang bahwa aku harus menempatkan Dia nomor satu sebelum seorang pria. Posisi Tuhan gak boleh digeser dengan kehadiran seorang pria. Tuhan gak mau dan Dia gak suka Cara Tuhan saaangat manis, yah karna Dia adalah Allah yang cemburu. :)

Ladies, aku menyadari bahwa cinta Tuhan itu sangat indah karena hanya cinta Nya yang dapat mengisi kekosongan hatiku daripada cinta seorang pria yang gak kekal dan suka PHP :p . Tuhan juga ajari aku bahwa sebelum seorang pria ingin mendekati ku, dia harus terlebih dahulu mendekati hati Bapa ku.  Sebelum dia mencintai ku, dia harus mencintai Bapaku terlebih dahulu dan Bapa adalah “partner” ku dalam menguji pria itu. Dengan begitu kita juga belajar untuk tetap bertekuk lutut dihadapan Bapa dan kita juga membangun keintiman dengan Tuhan. :)
 

Setelah Tuhan ajari aku pelajaran pertama, Dia juga bawa aku melangkah jauh dan Dia pakai masa single ku untuk melayani Nya dan terus mengasah karakterku meskipun kadang aku jatuh bangun dan saaangat sakit melewati proses itu. Ini adalah pilihan yang tepat daripada masa single itu sibuk aku pakai untuk mencari perhatian para pria lajang karena takut kosong alias gak mau jablay :p . Banyak hari-hari yang aku lalui untuk mencari apa yang menjadi kehendak-Nya atas masa singel itu dan menggumulkan apa yang menjadi panggilan ku dan memenuhi panggilan itu. Jadi aku memandang masa single itu adalah suatu pengalaman luar biasa dengan Tuhan daripada meratapi nasib lajang yang malang. :p

Dan yang terpenting juga Tuhan ajari aku untuk memaafkan masa lalu. Meskipun dulu itu sangat sangat sangat suliiiiitt, >.< tapi aku harus belajar tunduk atas kehendak-Nya. Aku baru ngerti akan maksud Tuhan mengapa kita harus memaafkan masa lalu. Dengan memaafkan masa lalu, kita gak akan terpenjara oleh banyaknya kenangan yang buat kita susah move on.  :p Dengan memaafkan masa lalu juga kita lebih ringan melangkah apalagi jika kita udah merasa siap untuk membuka lembaran baru dan mulai mendoakan seorang pria atau saling mendoakan. Jika sudah begitu hati kita dalam posisi netral dalam mencari kehendak Tuhan alias gak mencari pelarian. *kan kasihan si pria itu jika kita jadikan pelarian* :p . Memaafkan ini sangat penting apalagi masa lalu cinta itu selalu mengandung kekecewaan. Intinya Tuhan mau kita harus mengampuni masa lalu!


Mungkin respon pertama saat patah hati adalah kecewa sama Tuhan, tapi saat kita mencoba belajar mengenal dan melihat kasih Nya yang begitu dalam, kita akan sadar bahwa patah hati bukan akhir segalanya. Ada begitu banyak hal indah yang akan Tuhan taruh dalam hidup kita daripada menyesali dan meratapi seorang pria yang udah ngecewain kita. Saat aku udah melihat pelajaran berharga yang udah Tuhan ajarakan,yang ada aku malah sangaaaaaaatt bersyukur hatiku pernah dipatahkan oleh Tuhan. Didalam doaku aku mengucap syukur atas patah hati yang udah aku rasakan meskipun kadang kuselipkan rasa penyesalanku dimasa lalu.  Namun Tuhan begitu sangat baik dan Dia mau menerimaku dengan kondisi hati yang hancur tanpa mau melihat perbuatanku dimasa lalu. Dia gak mempertimbangkan besar kecilnya dosaku apakah Dia mau menerimaku lagi apa enggak. Bukan hanya menerimaku kembali, Dia bahkan mengajariku banyak hal soal cinta.

Mazmur 34:18
"TUHAN itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya."

So ladies, kalo mau belajar soal cinta, belajarlah ke Tuhan bukan sama seorang pria atau dunia. Karena cinta yang diajarkan Tuhan jauh lebih indah daripada cinta yang diajarkan oleh dunia. :)
  
Tuhan itu adalah guru terbaik. Meskipun Dia sengaja patahkan hatimu, namun Dia juga Allah yang penuh kasih untuk mau mengampuni dan memberi pelajaran berharga buatmu. Sama ibaratnya seperti seorang ayah kepada anaknya, dimana dia hukum anaknya namun setelah itu dia kembali datang dan memeluknya dengan kasih dan bilang kalo sianak udah melakukan kesalahan. Ayah itu bahkan mengajari sianak sehingga sianak tahu kesalahannya dan belajar untuk tidak mengulanginya lagi. Begitu juga cara Allah dalam mematahkan hati ku, lalu membalut lukaku dan bahkan mengajariku soal cinta. :)

Jika aku gak pernah patah hati, aku gak akan pernah menyadari arti cinta sejati yang hanya dimiliki oleh Allah itu sendiri. Aku mungkin gak akan kenal dan tau akan kasih Nya yang sanggup mengubahkan hidup ku. Aku gak akan pernah merasakan indahnya melayani Tuhan dalam menjalani masa penantian dan tetap percaya akan janji-Nya. Aku gak akan pernah mengerti akan suatu panggilan. Aku gak akan pernah tau arti mencintai Tuhan dan menjadikan-Nya yang nomor satu. Aku gak akan pernah tau bahwa terlalu mencintai dan berharap pada manusia itu akan saaaaangat mengecewakan. >.< Aku gak akan pernah tau apa itu arti kekudusan dalam berpacaran. Aku gak akan pernah mengerti akan cinta yang didasari akan kasih Allah dengan cinta atas dasar nafsu. Akhirnya Tuhan ajarkan aku akan standart pasangan hidup yaitu seorang pria yang mencintai Nya karena diluar daripada itu adalah omong kosong. :)


Guys, semua yang terjadi baik itu rasa sakit yang kita alami, itu terjadi bukan tanpa alasan. Tuhan punya rencana yang luar biasa buat hidup kita. Jika Tuhan gak remukkan hatiku, aku gak akan pernah belajar soal cinta dari Tuhan. Aku pasti belajarnya dari cowo-cowo atau dari opini dunia. Kekecewaan yang berubah menjadi ungkapan syukur karena aku melihat perbuatan baik Tuhan. :)

Kita bebas merespon atas kekecewaan yang kita alami. Apakah setelah patah hati dan kecewa kita menjadi seorang wanita yang punya hati membalaskan dendam kepada setiap pria, atau daripada hati ini kosong kita menerima aja setiap pria yang datang lalu kemudian kecewa lagi dan malah lebih menyakitkan dari sebelumnya? Atau datang kepada Bapa dan lukamu dibalut oleh-Nya meskipun prosesnya begitu menyakitkan? Diajari Bapa soal cinta dan masih banyak hal lain meskipun harus sering gagal untuk tunduk pada kehendak-Nya? Proses didalam Tuhan sangat sulit dan mungkin harus jatuh berulangkali, namun kasih-Nya gak akan pernah berubah untuk mengajari kita dengan setia dan Roh-Nya yang akan selalu membimbing kita untuk semakin mengerti apa yang menjadi kehendak-Nya, karena ketika aku sakit, Engkau Tuhan yang melawat aku :)




Aku diizinkan patah hati, agar aku mengerti akan cinta sejati yang hanya dimiliki oleh Allah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Perlukah Kita Mendesak Waktunya Tuhan???

Kemarin aku dengar curhat nya mama. Mama bilang kalau abang ku yang bisa dikatakan sudah sedikit berumur (31) bilang ke mama bahwa dia suda...