Rabu, 15 Juni 2016

Syarat Bersaksi


Bersaksi adalah kabar baik yang kita ceritakan bagi orang lain tentang semua kebaikan, penyertaan dan mujizat yang udah Tuhan lakukan dalam hidup kita. Melalui sebuah kesaksian, kita juga mengabarkan injil  bagi semua orang agar mereka dapat mengenal Allah lebih dalam lagi. Selain menjadi berkat bagi orang lain, kesaksian itu juga semakin dapat menguatkan iman percaya kita secara pribadi kepada Allah.
 
Dulu aku pribadi selalu mikir kalo yang layak bersaksi adalah mereka yang udah punya tingkat kerohanian yang matang seperti pendeta, penginjil, pelayan gereja yang udah senior dll. Atau mereka yang dulunya penjahat, pembunuh, perampok, atau mereka yang dari agama seberang yang akhirnya Tuhan jamah dan mereka bertobat dan melayani Tuhan atau bahkan menjadi seorang hamba Tuhan. Atau juga mereka yang udah berhasil melalui berbagai macam pergumulan yang berat baik masalah keluarga, sakit penyakit, selamat dari maut lalu setelah melihat pertolongan, penyertaan, dan mujizat Tuhan, akhirnya mereka bersaksi. Jadi waktu itu dengan pikiran yang masih dangkal aku terkagum-kagum banget setiap kesaksian yang pernah aku baca, dengar atau tonton. Mereka begitu sangat luar biasa! Lalu aku mulai menilai akan apa yang ada didalam hidupku. Aku merasa gak ada yang spektakuler dan pernah waktu kuliah aku sempat berpikir untuk menjadi seorang hamba Tuhan baru bisa menjadi sumber kesaksian yang luar biasa. Pokoknya dulu imajinasiku tinggi banget dan harus se-spektakuler mereka.


Namun aku belajar untuk mengenal kasih Tuhan, aku mulai belajar untuk melihat dari hal-hal yang sederhana. Dulu khayalanku mungkin terlalu tinggi padahal nafas kehidupan yang aku hirup dengan gratis setiap hari sudah merupakan kebaikan dan mujizat Tuhan yang luar biasa. Aku masih bisa makan tiga kali sehari, air minum yang cukup, dan masih diberikan kekuatan bahkan dalam kondisi sakit sekalipun.  Kalo misalnya Tuhan kita adalah Allah yang harus dibayar untuk setiap pemeliharaan Nya, gak bisa dibayangkan bagaimana ketidaksanggupan kita untuk membayar itu semua. Berapa rupiah yang harus kita keluarkan setiap hari untuk jasa pemeliharaan Tuhan. Aku terlalu menilai tinggi dan waaah untuk setiap kejadian yang aku anggap pantas menjadi suatu kesaksian. Namun Tuhan ajari aku untuk tidak melihat kehidupan orang lain dan bagaimana Tuhan sudah berperkara dalam hidupnya. Tuhan ajari aku untuk tetap bersyukur dalam kondisi apapun karna Tuhan gak akan pernah pilih kasih untuk melakukan banyak kebaikan dan mujizat dalam hidup setiap orang yang percaya pada-Nya. Pemikiran yang dulu itu memang membuat aku semakin gak bersyukur kepada Tuhan dan merasa Tuhan gak bisa ngelakuin sesuatu dalam hidupku, keluargaku, pekerjaanku, dll . Namun akhirnya aku belajar jika seandainya suatu saat aku dikasih mujizat yang luar biasa bisa jadi aku menjadi sombong rohani dan merasa lebih hebat rohani dari orang lain. Akhirnya aku paham bahwa ternyata perlunya kerendahan hati saat kita udah melihat kebaikan dan mujizat dari Tuhan bahkan saat kita udah menerima banyak berkat dari-Nya.
 
"Daripada merindukan Allah melakukan sesuatu yang spektakuler bagimu, bersyukurlah kepada-Nya! Karena sebenarnya Dia telah melakukan sesuatu yang luar biasa bagimu. 
- Jow Stowell - " 

Kalimat ini aku kutip dalam sebuah artikel saat teduh (14.06.2016), "bagaimana reaksi kita saat mendengar kesaksian orang-orang tentang karya luar biasa yang Allah perbuat dalam hidup mereka. Hal ini tentu saja dapat membuat kita terusik meskipun kita bersyukur ketika mendengar Allah menjawab doa-doa orang lain. Namun gak bisa dipungkiri kita sendiri pasti bertanya-tanya mengapa Allah belum melakukan sesuatu yang luar biasa dalam hidup kita akhir-akhir ini".

Jika ceritanya udah seperti ini yaitu "kesaksian yang spektakuler" jujur itu membuat aku pribadi iri dengan mujizat yang udah dialami oleh orang lain dan mulai mempertanyakan kuasa Tuhan yang belum nyata bagiku. *maksa banget*. Namun jika kita mencoba mengenal hati-Nya, Tuhan justru bilang bahwa gak harus terjadi sesuatu yang luar biasa dulu baru kita dapat bersaksi dan mau menceritakan segala kebaikan-Nya. Karena Dia setiap hari dan setiap saat selalu baik dalam hidup kita. Apalagi saat ini pergumulan pribadi ku tentang sakit penyakitku yang pernah aku ceritakan di blog sebelumnya . Dulu aku harus menunggu sembuh total dulu baru menganggap itu adalah benar-benar mujizat Tuhan dan akhirnya aku mau bersaksi bahwa Tuhan udah melakukan perkara luar biasa bagi sakit penyakitku. Namun jika aku boleh bersaksi dari hal yang sederhana, sesungguhnya udah banyak kebaikan Tuhan yang aku rasakan dan gak bisa diceritakan satu persatu karna pasti panjaaaaaang banget. Ini bukan soal hasil akhir dimana Tuhan mungkin kelak akan sembuhkan sakitku secara total, tetapi ini soal bagaimana aku mengalami Tuhan selama aku menjalani hari-hari dikala sakitku datang lagi. Begitu juga dalam pergumulan keluarga, pekerjaan, bahkan masa depan, gak harus spektakuler dulu baru kita katakan Tuhan itu baik, karena sebenarnya Tuhan itu setiap saat baik bagi kita karena yang Dia mau adalah proses bukan hasil. Dia mau di dalam proses itu kita justru semakin mengenal dan melekat dengan-Nya daripada kita menerima hasil dengan cepat, lalu kita berterimakasih tanpa kita benar-benar mengenal siapa Dia. :)


Aku belajar bahwa syarat bersaksi gak harus menunggu hal spektakuler terjadi dalam hidup kita. Setiap hari adalah kesaksian yang luar biasa yang udah Tuhan lakuin dalam hidup kita. Syarat bersaksi juga gak harus menunggu jadi pelayan gereja, penginjil, hamba Tuhan dulu baru kita punya cerita kesaksian luar biasa yang memberkati pribadi kita dan orang lain yang mendengarnya. Meskipun dalam hati aku berharap Tuhan sembuhkan secara total sakit penyakitku, Tuhan pulihkan keluargaku, Tuhan semakin berkati pekerjaanku dan masa depanku, namun satu hal lagi pelajaran yang Tuhan mau adalah bagaimana aku mencukupkan diri dalam segala hal. Kita harus merasa cukup, merasa cukup dan merasa cukup meskipun dalam hidup ini begitu banyak pergumulan dan kita pastinya selalu berharap Tuhan turun tangan melakukan mujizat dan pemulihan dalam hidup kita. Kita juga harus percaya bahwa didalam pergumulan dan kelemahan kitalah kuasa-Nya menjadi sempurna. Biarkan Tuhan bekerja menurut cara-Nya meskipun kelihatannya tidak terjadi apa-apa.

Siapa saja bisa bersaksi akan setiap kebaikan Tuhan, karena Dia pasti udah ngelakuin banyak kebaikan dalam hidup setiap orang. Buka hatimu, nyatakan setiap kebaikan Tuhan dari hal-hal yang kecil karena kita tidak dapat memungkiri bahwa Tuhan itu sangat baik. Begitu juga Allah kita tidak dapat menyangkal diri-Nya bahwa Dia begitu sangat mengasihi kita dan mau berkorban apa saja demi kita apalagi soal mujizat-Nya. :)

Kami ada untuk menjadi saksi Kristus agar dapat menceritakan segala kebaikan Tuhan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Perlukah Kita Mendesak Waktunya Tuhan???

Kemarin aku dengar curhat nya mama. Mama bilang kalau abang ku yang bisa dikatakan sudah sedikit berumur (31) bilang ke mama bahwa dia suda...