Udah sebulan berlalu sejak aku sakit dan diopname di RS. Yah, lagi-lagi masalah asam lambung lah yang bisa dibilang udah sedikit kronis. Jadi ceritanya di diagonsa dengan Gastritis Antrum dengan Bile Refluks, yaitu refluks asam empedu ke dalam lambung yang bikin lambung jadi meradang. Trus setelah sebulan kemudian kontrol lagi ke dokter yang menangani aku waktu opname di RS. Ada sedikit kemajuan, dan gak perlu makan bubur lagi, makan seenaknya dan secukupnya. Bayangin aja sebulan makan bubur, alhasil kepala oyong dan tensi rendah karna kurang gizi. wkwk :p , namun puji Tuhan jika sampai sekarang Tuhan masih kasih kekuatan untuk melewati hari meskipun sesekali menahan sakit. :)
Selama sebulan menikmati proses itu, dimasa itu juga Tuhan malah lebih sering bicara ke aku bahwa aku harus lebih serius ikut Dia. Aku harus lebih sungguh-sungguh melayani Dia. Ada beberapa tanda yang aku tangkap dimana Tuhan berbicara untuk ku mengenai hal itu. Pertama Tuhan taruh melalui hati dan pikiranku, melalui firman Tuhan saat bapak Gembala menyampaikan kotbah nya di ibadah Minggu, melalui renungan harian, melalui saat teduh bersama dengan keluarga Tulang, dan terakhir semakin dikuatkan lewat ayat Alkitab sewaktu aku naik Sidi tahun 2008 lalu.
Pokoknya sebulan ini melow banget. Kenapa gak melow? Wong aku lagi sakit ditambah lagi harus kerja dikantor trus masih ada beban untuk mengajar di rumah belajar yang lagi aku jalani. Trus aku protes ke Tuhan, "Tuhan kenapa pas lagi sakit jutru Tuhan minta aku untuk lebih serius? "Tuhan ini ada-ada aja dan gak bisa lihat kondisiku lagi seperti ini!". Alhasil sering mewek, merasa putus asa, dan gak PeDe!
Namun aku tau bahwa Tuhan gak akan menyerah untuk ku. Tuhan tampar aku melalui kotbah bapak Gembala. Seharian aku merenung bahkan sampai seminggu hingga sekarang, sharing kepada teman-teman yang ikut pelayanan, bahkan menggumulkan kembali panggilan Tuhan. Sebelumnya aku pernah melayani tapi bukan di dalam gereja melainkan ke tempat orang-orang yang tersisihkan seperti penjara, anak jalanan, anak autis, anak kanker bersama kakak rohani dan satu team pelayanan. Namun karena aku udah mendapat pekerjaan tetap di kampung halaman, semua itu berhenti selama setahun lebih dan ditambah jarak yang harus memisahkan ku dengan kakak rohani dan satu team pelayanan. Jadi selama setahun aku benar-benar berjuang sendiri untuk membangun kehidupan doa dan rohani ku dengan kondisi jarang bertemu, jarang sharing, dan jarang bersekutu didalam ibadah kelompok dan doa bersama kakak rohani dan komunitas.
Jadi selama aku tinggal dikampung halaman, aku melayani Tuhan melalui kegiatan belajar dan mengajar di rumah belajar, dan melalui blog. Tapi kali ini Tuhan mau aku lebih serius untuk Dia. Aku gak tau maksud Tuhan apa tapi aku mau membangun iman lewat pergumulan ini.
Akhirnya aku mendapat jawaban doa untuk tetap melayani Tuhan meskipun dengan keterbatasan ini. Gak harus menunggu sembuh dulu baru melayani Tuhan. Akhirnya aku sharing dengan bapak Gembala tentang kerinduanku akan pelayanan dan keluh kesahku mengenai keadaanku dan akhirnya menetapkan hati untuk tetap melayani Tuhan meskipun kondisiku belakangan ini enggak fit. Ditambah lagi waktu saat teduh dengan keluarga Tulang, dan dia bertanya apa ayat firman waktu aku naik SiDi. Ayat firman untukku tertulis dalam Lukas 11:28 bahwa yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan memeliharanya. Jadi saat aku mengikut Yesus maka aku pasti akan bahagia. Bukan yang ada pada kesenangan duniawi melainkan saat aku mendengar dan memelihara firman itu tetap tumbuh didalam hidupku dan pastinya mengikuti ajakan Tuhan untuk melayani Dia.
Meskipun ada keraguan untuk melangkah mengingat kondisiku yang selalu membuat aku menangis dihadapan-Nya, namun satu hal yang menguatkanku adalah mengingat bagaimana iman Abram ketika ia dipanggil oleh Allah untuk pergi dari Ur-Kasdim ke negeri yang belum diketahui arahnya kemana.
Kejadian 12:1
"Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: "pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu"
Yang Abram lakukan adalah taat sekalipun dia gak tau arahnya. Keputusan Abram sangat berisiko karna dia bukan hanya seorang diri melainkan membawa isterinya, dan segala kepunyaannya.Namun disinilah aku melihat tindakan iman Abraham kepada Allah. Dia langsung bertindak tanpa harus banyak bertanya kepada Tuhan.
Kejadian 12:4
"Lalu pergilah Abram seperti yang difirmankan Tuhan kepadanya........"
Diakhir cerita, karena iman Abraham, dia mendapatkan segala berkat seperti yang dijanjikan Tuhan kepadanya. Abraham menjadi bapa orang beriman dan keturunan Abraham diberkati hingga sampai saat ini. Iman Abraham gak suka banyak tanya, iman Abraham gak ada kekhuatiran kalau ternyata Tuhan gak tepati janji-Nya? Abraham gak bertanya seperti itu! Dia tetap berjalan dengan penuh iman.
Iman Abrahan juga gak hanya saat Tuhan suruh dia dari Ur-Kasdim ke negeri entah kemana, namun teruji juga saat Tuhan suruh dia mengorbankan anak satu-satunya Ishak. Padahal Ishak dinantikan 25 tahun lamanya, namun Tuhan suruh lagi buat dikorbankan. Kalo aku seperti itu pasti marah sama Tuhan! >.< Namun Abraham tidak! Dia tetap melakukan sesuai dengan yang difirmankan oleh Tuhan. Luar biasa!! Apa Tuhan gak makin memberkati Abraham yang punya iman se-spektakuler itu!
Lalu hubungannya dengan ku apa???
Apakah saat Tuhan memanggil aku untuk melayani, meskipun aku lemah, aku masih menolak???
Kalo bisa nego sama Tuhan, aku bakal minta sembuh dulu baru mau melayani Dia. Tapi aku gak tau kapan sembuh karena prosesnya lama! wkwk :p . Trus terkadang aku bertanya sama Tuhan: "Gimana kalo aku tiba-tiba sakit lagi Tuhan? Pasti berantakan pelayananku! Rumah belajar aja udah sedikit terkendala, apalagi kalo tambah melayani di gereja. Trus Tuhan aku juga gak bisa telat makan. Hidupku pasti ribet banget! Hidup ini kerjaannya hanya untuk makan!" :( . Pokoknya iman Abraham gak ada sedikitpun melekat didalam diriku. Beriman tapi banyak tanya! Ribet !! >.<
Tapi Tuhan kembali kuatkan aku dalam firman-Nya tentang bagaimana saat mengalami kekurangan atau keterbatasan:
2 Korintus 12:9
"Tetapi jawab Tuhan kepadaku: "Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna. Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku."
Apakah aku ketika sakit dan belum sembuh atau apapun masalahku saat ini, namun aku tetap berani melangkah dengan iman dan percaya akan janji Tuhan?
Jika iman yang menjadikan Abraham diberkati oleh Tuhan, maka iman pula yang memampukanku untuk melangkah melayani Dia. :)
Ajarlah aku untuk memiliki iman seperti Abraham ya Tuhan.
Selama sebulan menikmati proses itu, dimasa itu juga Tuhan malah lebih sering bicara ke aku bahwa aku harus lebih serius ikut Dia. Aku harus lebih sungguh-sungguh melayani Dia. Ada beberapa tanda yang aku tangkap dimana Tuhan berbicara untuk ku mengenai hal itu. Pertama Tuhan taruh melalui hati dan pikiranku, melalui firman Tuhan saat bapak Gembala menyampaikan kotbah nya di ibadah Minggu, melalui renungan harian, melalui saat teduh bersama dengan keluarga Tulang, dan terakhir semakin dikuatkan lewat ayat Alkitab sewaktu aku naik Sidi tahun 2008 lalu.
Pokoknya sebulan ini melow banget. Kenapa gak melow? Wong aku lagi sakit ditambah lagi harus kerja dikantor trus masih ada beban untuk mengajar di rumah belajar yang lagi aku jalani. Trus aku protes ke Tuhan, "Tuhan kenapa pas lagi sakit jutru Tuhan minta aku untuk lebih serius? "Tuhan ini ada-ada aja dan gak bisa lihat kondisiku lagi seperti ini!". Alhasil sering mewek, merasa putus asa, dan gak PeDe!
Namun aku tau bahwa Tuhan gak akan menyerah untuk ku. Tuhan tampar aku melalui kotbah bapak Gembala. Seharian aku merenung bahkan sampai seminggu hingga sekarang, sharing kepada teman-teman yang ikut pelayanan, bahkan menggumulkan kembali panggilan Tuhan. Sebelumnya aku pernah melayani tapi bukan di dalam gereja melainkan ke tempat orang-orang yang tersisihkan seperti penjara, anak jalanan, anak autis, anak kanker bersama kakak rohani dan satu team pelayanan. Namun karena aku udah mendapat pekerjaan tetap di kampung halaman, semua itu berhenti selama setahun lebih dan ditambah jarak yang harus memisahkan ku dengan kakak rohani dan satu team pelayanan. Jadi selama setahun aku benar-benar berjuang sendiri untuk membangun kehidupan doa dan rohani ku dengan kondisi jarang bertemu, jarang sharing, dan jarang bersekutu didalam ibadah kelompok dan doa bersama kakak rohani dan komunitas.
Jadi selama aku tinggal dikampung halaman, aku melayani Tuhan melalui kegiatan belajar dan mengajar di rumah belajar, dan melalui blog. Tapi kali ini Tuhan mau aku lebih serius untuk Dia. Aku gak tau maksud Tuhan apa tapi aku mau membangun iman lewat pergumulan ini.
Akhirnya aku mendapat jawaban doa untuk tetap melayani Tuhan meskipun dengan keterbatasan ini. Gak harus menunggu sembuh dulu baru melayani Tuhan. Akhirnya aku sharing dengan bapak Gembala tentang kerinduanku akan pelayanan dan keluh kesahku mengenai keadaanku dan akhirnya menetapkan hati untuk tetap melayani Tuhan meskipun kondisiku belakangan ini enggak fit. Ditambah lagi waktu saat teduh dengan keluarga Tulang, dan dia bertanya apa ayat firman waktu aku naik SiDi. Ayat firman untukku tertulis dalam Lukas 11:28 bahwa yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan memeliharanya. Jadi saat aku mengikut Yesus maka aku pasti akan bahagia. Bukan yang ada pada kesenangan duniawi melainkan saat aku mendengar dan memelihara firman itu tetap tumbuh didalam hidupku dan pastinya mengikuti ajakan Tuhan untuk melayani Dia.
Meskipun ada keraguan untuk melangkah mengingat kondisiku yang selalu membuat aku menangis dihadapan-Nya, namun satu hal yang menguatkanku adalah mengingat bagaimana iman Abram ketika ia dipanggil oleh Allah untuk pergi dari Ur-Kasdim ke negeri yang belum diketahui arahnya kemana.
Kejadian 12:1
"Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: "pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu"
Yang Abram lakukan adalah taat sekalipun dia gak tau arahnya. Keputusan Abram sangat berisiko karna dia bukan hanya seorang diri melainkan membawa isterinya, dan segala kepunyaannya.Namun disinilah aku melihat tindakan iman Abraham kepada Allah. Dia langsung bertindak tanpa harus banyak bertanya kepada Tuhan.
Kejadian 12:4
"Lalu pergilah Abram seperti yang difirmankan Tuhan kepadanya........"
Diakhir cerita, karena iman Abraham, dia mendapatkan segala berkat seperti yang dijanjikan Tuhan kepadanya. Abraham menjadi bapa orang beriman dan keturunan Abraham diberkati hingga sampai saat ini. Iman Abraham gak suka banyak tanya, iman Abraham gak ada kekhuatiran kalau ternyata Tuhan gak tepati janji-Nya? Abraham gak bertanya seperti itu! Dia tetap berjalan dengan penuh iman.
Iman Abrahan juga gak hanya saat Tuhan suruh dia dari Ur-Kasdim ke negeri entah kemana, namun teruji juga saat Tuhan suruh dia mengorbankan anak satu-satunya Ishak. Padahal Ishak dinantikan 25 tahun lamanya, namun Tuhan suruh lagi buat dikorbankan. Kalo aku seperti itu pasti marah sama Tuhan! >.< Namun Abraham tidak! Dia tetap melakukan sesuai dengan yang difirmankan oleh Tuhan. Luar biasa!! Apa Tuhan gak makin memberkati Abraham yang punya iman se-spektakuler itu!
Lalu hubungannya dengan ku apa???
Apakah saat Tuhan memanggil aku untuk melayani, meskipun aku lemah, aku masih menolak???
Kalo bisa nego sama Tuhan, aku bakal minta sembuh dulu baru mau melayani Dia. Tapi aku gak tau kapan sembuh karena prosesnya lama! wkwk :p . Trus terkadang aku bertanya sama Tuhan: "Gimana kalo aku tiba-tiba sakit lagi Tuhan? Pasti berantakan pelayananku! Rumah belajar aja udah sedikit terkendala, apalagi kalo tambah melayani di gereja. Trus Tuhan aku juga gak bisa telat makan. Hidupku pasti ribet banget! Hidup ini kerjaannya hanya untuk makan!" :( . Pokoknya iman Abraham gak ada sedikitpun melekat didalam diriku. Beriman tapi banyak tanya! Ribet !! >.<
Tapi Tuhan kembali kuatkan aku dalam firman-Nya tentang bagaimana saat mengalami kekurangan atau keterbatasan:
2 Korintus 12:9
"Tetapi jawab Tuhan kepadaku: "Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna. Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku."
Apakah aku ketika sakit dan belum sembuh atau apapun masalahku saat ini, namun aku tetap berani melangkah dengan iman dan percaya akan janji Tuhan?
Jika iman yang menjadikan Abraham diberkati oleh Tuhan, maka iman pula yang memampukanku untuk melangkah melayani Dia. :)
Ajarlah aku untuk memiliki iman seperti Abraham ya Tuhan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar