Kemarin aku ketemuan sama seorang teman dan dia mau sharing tentang pergumulan yang tengah dia hadapi. Dia sharing mengenai pelayanan, hubungan asmara, persahabatan, dan kehidupan pribadinya. Dari semua yang dia sharingkan, ternyata kami punya banyak kesamaan masalah. Salah satunya dimana kami sama-sama punya masalah dalam pencernaan (lambung) yang mengharuskan kita untuk kembali ke kampung halaman dan terpaksa meninggalkan angan di kota besar dimana kita pernah menimba ilmu dan bekerja. Menyesali keadaan??? Pastinya! Itu juga diawal yang pernah aku rasakan saat aku harus kembali ke kampung halaman karena memang Tuhan sediakan pekerjaan tetap buatku. Mau tak mau aku harus meninggalkan banyak ambisi di kota besar yang pernah aku tinggali. Banyak angan, rencana dan langkah-langkah yang udah aku susun akhirnya buyar begitu aja. wkwk :p
Tapi, aku coba untuk berkaca dari masalah teman yang sedang dia hadapi. Selagi mendengar, sembari berdoa dan mencoba meminta hikmat dari Tuhan untuk memberi jawaban apa yang terbaik untuk masalah yang dia hadapi.
Namun aku sangat diberkati oleh Tuhan saat mendengar masalahnya. Berkat yang aku dapat saat itu adalah bahwa Tuhan ingatkan aku kembali untuk bersyukur akan hidup yang sudah Tuhan beri. Aku harus bersyukur meskipun kampung halaman adalah tempat terbaik buatku untuk mengabdi dan melayani Tuhan. Tuhan juga ingatkan aku kembali untuk menjadi anak-anak Nya yang mempunyai visi dan panggilan hidup untuk melayani Tuhan. Begitu juga yang aku katakan kepada temanku agar melupakan segala kenangan dan ambisi dikota besar itu dan kita sekarang hidup untuk fokus melayani Tuhan.
Guys, sebagai anak-anak Tuhan, kita terpanggil untuk menjadi pendengar yang baik, sumber kesaksian, pemberi semangat dan yang terpenting masalah mereka adalah menjadi beban doa kita. Saat kita mendengar masalah mereka, kita belajar untuk mengesampingkan masalah yang sedang kita hadapi. Kita fokus untuk mendengarkan segala keluh kesah mereka. Saat kita selesai mendengar masalah mereka, jadilah sebagai sumber kesaksian bagi mereka. Ceritakan segala kebaikan Tuhan yang sudah kita alami, dan ceritakan juga saat kita mengalami Tuhan dan Kasih-Nya. Saat kita menjadi sumber kesaksian, selain teman kita diberkati, kita juga ikut diberkati dengan kesaksian kita. Saat kita bersaksi kepada mereka, kita akan merasakan damai sejahtera dan sadar kalo ternyata masalah kita begitu kecil dihadapan Tuhan. Kita sadar karna kita gak seorang diri mengalami masalah yang serupa. Jadi ceritanya yang punya masalah memberkati orang yang bermasalah. *so sweet* hehehe :) . Tetaplah bersaksi, karena justru jauh lebih banyak kebaikan Tuhan yang kita alami daripada masalah yang kita hadapi. :)
Galatia 6:2
"Bertolong-tolonglah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus."
Hendaknya kita saling menolong menanggung beban mereka. Bertolong-tolonglah kita untuk menolong mereka yang sedang memerlukan bantuan kita baik bantuan materi, tenaga atau mendengarkan masalah yang tengah dihadapi. Saling menanggung beban adalah sifat Allah, seperti yang sudah Yesus tunjukkan dimana Dia yang menanggung dosa dan pelanggaran kita. Yesus juga yang menanggung beban masalah kita, sakit penyakit dan penderitaan kita. Sekarang kita dipanggil untuk memenuhi hukum Kristus dengan saling menolong mereka yang sedang dalam pergumulan karena bisa jadi melalui kita, ternyata Tuhan berbicara kepada mereka. :)
Mereka mungkin gak ngarep kita melakukan sesuatu yang besar agar masalahnya selesai. Tapi menjadi seorang teman yang dipercaya untuk mereka jujur akan masalah yang dihadapi, sudah cukup untuk melepaskan segala kegalauan mereka. Memberi waktu dan perhatian untuk masalah mereka sudah cukup buat mereka. Yang terpenting adalah masalah mereka menjadi beban doa kita. Mendoakan mereka adalah cara terbaik kita merespon permasalahan yang mereka hadapi dan Roh Kudus sendiri yang akan mengerjakan segala sesuatu dalam hidup mereka.
Saat kita berdoa buat mereka, kita juga sedang mendoakan masalah kita sendiri.
Tuhan Yesus Memberkati :)
Tapi, aku coba untuk berkaca dari masalah teman yang sedang dia hadapi. Selagi mendengar, sembari berdoa dan mencoba meminta hikmat dari Tuhan untuk memberi jawaban apa yang terbaik untuk masalah yang dia hadapi.
Namun aku sangat diberkati oleh Tuhan saat mendengar masalahnya. Berkat yang aku dapat saat itu adalah bahwa Tuhan ingatkan aku kembali untuk bersyukur akan hidup yang sudah Tuhan beri. Aku harus bersyukur meskipun kampung halaman adalah tempat terbaik buatku untuk mengabdi dan melayani Tuhan. Tuhan juga ingatkan aku kembali untuk menjadi anak-anak Nya yang mempunyai visi dan panggilan hidup untuk melayani Tuhan. Begitu juga yang aku katakan kepada temanku agar melupakan segala kenangan dan ambisi dikota besar itu dan kita sekarang hidup untuk fokus melayani Tuhan.
Guys, sebagai anak-anak Tuhan, kita terpanggil untuk menjadi pendengar yang baik, sumber kesaksian, pemberi semangat dan yang terpenting masalah mereka adalah menjadi beban doa kita. Saat kita mendengar masalah mereka, kita belajar untuk mengesampingkan masalah yang sedang kita hadapi. Kita fokus untuk mendengarkan segala keluh kesah mereka. Saat kita selesai mendengar masalah mereka, jadilah sebagai sumber kesaksian bagi mereka. Ceritakan segala kebaikan Tuhan yang sudah kita alami, dan ceritakan juga saat kita mengalami Tuhan dan Kasih-Nya. Saat kita menjadi sumber kesaksian, selain teman kita diberkati, kita juga ikut diberkati dengan kesaksian kita. Saat kita bersaksi kepada mereka, kita akan merasakan damai sejahtera dan sadar kalo ternyata masalah kita begitu kecil dihadapan Tuhan. Kita sadar karna kita gak seorang diri mengalami masalah yang serupa. Jadi ceritanya yang punya masalah memberkati orang yang bermasalah. *so sweet* hehehe :) . Tetaplah bersaksi, karena justru jauh lebih banyak kebaikan Tuhan yang kita alami daripada masalah yang kita hadapi. :)
Galatia 6:2
"Bertolong-tolonglah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus."
Hendaknya kita saling menolong menanggung beban mereka. Bertolong-tolonglah kita untuk menolong mereka yang sedang memerlukan bantuan kita baik bantuan materi, tenaga atau mendengarkan masalah yang tengah dihadapi. Saling menanggung beban adalah sifat Allah, seperti yang sudah Yesus tunjukkan dimana Dia yang menanggung dosa dan pelanggaran kita. Yesus juga yang menanggung beban masalah kita, sakit penyakit dan penderitaan kita. Sekarang kita dipanggil untuk memenuhi hukum Kristus dengan saling menolong mereka yang sedang dalam pergumulan karena bisa jadi melalui kita, ternyata Tuhan berbicara kepada mereka. :)
Mereka mungkin gak ngarep kita melakukan sesuatu yang besar agar masalahnya selesai. Tapi menjadi seorang teman yang dipercaya untuk mereka jujur akan masalah yang dihadapi, sudah cukup untuk melepaskan segala kegalauan mereka. Memberi waktu dan perhatian untuk masalah mereka sudah cukup buat mereka. Yang terpenting adalah masalah mereka menjadi beban doa kita. Mendoakan mereka adalah cara terbaik kita merespon permasalahan yang mereka hadapi dan Roh Kudus sendiri yang akan mengerjakan segala sesuatu dalam hidup mereka.
Saat kita berdoa buat mereka, kita juga sedang mendoakan masalah kita sendiri.
Tuhan Yesus Memberkati :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar