Minggu, 28 Agustus 2016

Serve God through the Kids (Rumah Belajar Sopo Palito)

Aku mau bersaksi bagaimana aku yang gak pernah membayangkan kalau suatu saat Tuhan izinkan untuk bisa berkarya dalam sebuah rumah belajar di kampung halamanku yaitu kecamatan Sidikalang.  Aku gak pernah membayangkan bahwa dunia pelayanan ku adalah yang berhubungan dengan anak-anak. Padahal guys, dulu aku gak suka dan gak senang sama anak-anak. Hmmm, kalo cari alasan pembenaran sihh karna mungkin aku anak bungsu, so rasanya aku gak butuh lagi untuk punya adik kecil. hueheh :p . Padahal sama aja, punya atau gak punya aku memang harus tetap mengasihi mereka. But, itulah dulu kenyataan nya. :)


Aku mulai terpanggil untuk suatu saat berkarya di rumah belajar pada tahun 2014 lalu. Saat itu aku masih bekerja di kota Medan. Tapi dalam hati aku punya kerinduan untuk kelak berkarya di kampung halaman. Sebelumnya aku pernah tiga kali mengunjungi rumah belajar yang ada di Porsea. Tapi hati kecil ku berkata, "This is not my place to serve. Someday.... i will have it in my hometown. I will serve the kids there! " :)

And then tiba saatnya Tuhan kasih aku pekerjaan tetap dan aku harus kembali ke kampung halaman untuk mengabdi. So, aku gumulkan kembali kerinduan itu. :) . Tahun 2015 Tuhan perlahan mulai tunjukkan jalan berupa informasi mengenai rumah belajar yang pernah ada di desa Sopo Komil (itu menempuh waktu sejam perjalanan dari Sidikalang). Pertama sekali belum ada hasil, namun di bulan Oktober 2015 Tuhan tunjukkan salah satu voluntter terdahulu, namun mungkin karena dia sibuk, jadi belum ada hasil. Tapi karena memang berapi-api untuk itu, aku harus aktif untuk bertanya. Nah, tiba suatu hari saat aku bergumul kembali ke Tuhan soal Rumah Belajar itu, aku hanya bilang : "Tuhan... kalau Engkau izinkan aku berkarya, maka bukalah jalan. Tapi kalau memang bukan itu yang Tuhan mau, tutuplah dan hilangkan dari pikiranku soal rumah belajar itu."

Finally besok siang aku dapat pesan BBM dari volunteer terdahulu untuk berkunjung ke Sopo Komil. "Yes, God answer my prayer and this is my first journey there!" Dan....... setelah melewati proses yang panjang, ada rasa senang, bahagia dan pastinya pernah dilanda rasa pesimis juga kebingungan :p, namun Tuhan gak pernah berhenti untuk menolong. Dia buka jalan! Yah... Dia buka jalan mulai dari menghadap kepala desa untuk izin membuka kembali rumah belajar, mengundang seluruh warga untuk silaturahmi dan ramah tamah, lalu publikasi untuk menarik niat para donatur hingga akhirnya Tuhan tunjukkan banyak donatur yang rela membagikan sedikit rejeki untuk anak-anak Sopo Palito.

Kita bersifat Independen tidak dinaungi oleh yayasan apapun, namun masyarakat setempat bersedia agar gedung PAUD ditumpangi oleh rumah belajar Sopo Palito. Kita juga adalah relawan yang gak di beri gaji dan gak pungut biaya dari anak-anak. Semua kebutuhan kita baik uang, buku tulis, buku baca, dan masih banyak kebaikan lainnya kita dapatkan dari tangan-tangan yang rela hati untuk memberi. Lalu perlahan-lahan, kita mulai membuka taman bacaan dan ada aja donatur yang mau memberikan rak buku dan buku bacaan untuk kita. Akhirnya disamping rumah belajar, kita juga udah buka taman bacaan Sopo Palito agar anak-anak semakin bertumbuh niat membaca nya. Semua kemurahan Tuhan untuk kegiatan ini. :)

Meskipun background pendidikan ku bukan dari ilmu keguruan dan profesiku bukanlah seorang guru, tapi Tuhan bisa mampukan aku untuk mengajar mereka dalam Matematika dan Bahasa Inggris (jujur aku gak pintar-pintar amat tapi aku harus dipaksa untuk belajar kembali dan kreatif) huehehe :p. Disamping mengajar pendidikan formal, Tuhan juga mau aku mendidik mereka dalam hal karakter dan firman Tuhan. Jadi kalau ada waktu luang selepas mengajar, aku mulai melakukan aksi untuk membawa firman Tuhan, huehehe :p karena tujuan utama adalah untuk melayani Tuhan dan menyampaikan firman. Ilmu pengetahuan formal bisa bertambah, tapi firman Tuhan harus tetap disampaikan. Karena aku rindu mereka mengerti akan keselamatan dan kasih Tuhan :)


Adapun pelajaran yang aku ambil dari pelayanan ini adalah kita perlu memperhatikan hidup orang yang sedikit terlupakan. Jika kita sudah diberkati oleh Tuhan, saatnya kita dipanggil untuk memberkati mereka yang membutuhkan baik melalui tenaga, waktu, materi, ilmu pengetahuan yang kita miliki. Hidup kita haruslah berdampak buat hidup orang lain, sama seperti Yesus yang memberi dampak luar biasa kepada banyak orang melalui mujizat yang sudah Dia lakukan. Tuhan juga yang terlebih dahulu mengasihi kita, maka kita juga perlu menujukkan kasih itu kepada mereka. Salah satu rencana Tuhan yang sudah mulai sedikit aku mengerti mengapa Dia tempatkan aku untuk kembali lagi ke kampung halaman, bukan malah merantau ke kota besar. Disamping itu Tuhan masih punya banyak rencana lain buat ku dan akan Tuhan singkapkan itu satu persatu nantinya. :)
 
1 Yohanes 4:19
"Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita"  

Oia, cuma mau bilang kalo ternyata ngajar itu susah, dan capeeeeeek banget! wkwkwk :p Suara serak, tenaga terkuras apalagi untuk menertibkan anak-anak yang nakal dan gak mau diam. :p. Trus saat seperti inilah praktek untuk bersabar dan kreatifitas begitu nyata. Melalui pelayanan ini jugalah aku mulai sangat menghargai para guru karena pekerjaan mereka memang mulia. Nanti aku tulis siapakah yang berperan besar dalam hidup ku ini, Ditunggu yaaa .. :)  Terimakasih Tuhan dan terimakasih guruku :)

 
A. Rumah Belajar dan Taman Bacaan Sopo Palito memakai gedung sekolah PAUD 
yang sederhana .



B. Anak Sopo Palito sedang mendengarkan instruksi



C. Anak Sopo Palito sedang membaca buku




C. Akhirnya Sopo Palito punya rumah baca dan rak buku :)




D. Foto Bersama anak Sopo Palito dalam perayaan kemerdekaan 17 Agustus (late celebration)

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Perlukah Kita Mendesak Waktunya Tuhan???

Kemarin aku dengar curhat nya mama. Mama bilang kalau abang ku yang bisa dikatakan sudah sedikit berumur (31) bilang ke mama bahwa dia suda...