Selasa, 18 Oktober 2016

Berhikmat di Sosial Media

Guys, orang bisa membaca karakter kita dari setiap apa yang kita posting di sosial media. Meskipun itu belum menjadi suatu kebenaran yang mutlak, namun "judge" itu sering muncul dari setiap apa yang kita posting. Dan kembali lagi ke pribadi masing-masing, hanya kita yang tau diri kita seperti apa, namun gak terlepas juga dari apa yang kita lontarkan di sosial media. :)


Setiap kali aku mau posting sesuatu, kadang layar hape aku pelototin lama-lama dan mikir keras, "Posting apa enggak ya? Ada gunanya gak kalo hal ini aku posting?" Kritis gak sih sebenarnya atau aku yang terlalu lebay ya? :p

Namun, lewat sosial media Tuhan ajari aku untuk lebih berhikmat tiap kali kalo mau posting sesuatu baik itu artikel, info rumah belajar, maupun foto. Karna kita tahu semakin banyak pemakai sosmed yang mulai gak berhikmat dalam memakai sosmed. Ada yang status nya marah-marah share di FB, menyindir teman sharenya di FB, kalo curhat sharenya di FB, dan lagi mengalami pergumulan hidup sharenya juga di FB. 

Itu memang hak setiap orang, namun aku "sedikit sewot". Karna bukankah seharusnya perkataan itu harus membangun? Atau kalo ada masalah , bukankah Tuhan dahulu yang pertama kita cari untuk curhat lalu setelah itu ke orang tua atau sahabat kita?

Aku flashback kembali tentang status ku pada tahun-tahun sebelumnya. Ternyata setiap status ku sangat kasar dan labil. Aku pernah curhat di FB, berdoa di FB, marah di FB, nyindir teman di FB. Ternyata aku pernah hancur banget! :p

Suatu hari saat lagi bareng teman-teman SMA, entah kenapa tiba-tiba mereka singgung salah satu teman mengenai status nya di FB. "Eh, Kha... si X itu status nya aneh gitu deh! Status nya kadang rohani gitu, trus beberapa menit kemudian isi status nya marah-marah, dan malah sering nyindir seseorang gitu. Gimana sih dia? Kamu gak pernah singgung soal status dia? 

Guys, yang mau aku sampaikan adalah bahwa gerak-gerik kita di sosmed ternyata di perhatikan oleh banyak orang. Hal baik maupun buruk yang kita lontarkan di sosmed gak akan luput dari perhatian orang.  

Hal yang perlu kita ketahui juga adalah, kita selalu dinilai orang dari dua sisi yang berbeda. Hal yang baik menurut kita, belum tentu baik dipikiran orang lain.






Dalam memakai sosial media pun kita perlu meminta hikmat Tuhan.

 Mengapa harus begitu? 

Agar supaya apa yang kita bagikan menjadi "berkat" buat orang lain, bukan malah mendatangkan "kutuk" bagi diri kita sendiri. 

"Aku bebas memakai sosial media, namun sebaiknya aku pakai untuk memuliakan nama Tuhan. Aku bisa pakai sosial media untuk mendapatkan informasi yang berguna, silaturahmi dengan teman lama dan keluarga yang lama gak jumpa, memberitakan kabar baik, motivasi atau kegiatan ku yang memerlukan dukungan dari banyak orang. Jika aku sadar bahwa marah-marah, curhat, galau, menyindir, menyombongkan diri, pamer, dan hal yang gak baik lainnya itu useless buat aku, saat nya aku meminta hikmat Tuhan agar sosial media yang aku pakai adalah untuk mendatangkan berkat dan bukan kutuk buat diri ku sendiri."

Selamat berSosmed ria :)

Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita. Kolose 3:17

  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Perlukah Kita Mendesak Waktunya Tuhan???

Kemarin aku dengar curhat nya mama. Mama bilang kalau abang ku yang bisa dikatakan sudah sedikit berumur (31) bilang ke mama bahwa dia suda...