Selasa, 05 Juli 2016

Aku Diberkati Meskipun Sakit

Lagi-lagi ceritanya memang soal gak sesuai rencana. Kemarin itu adalah moment sedih plus bahagia yang aku dapat sekaligus. Sedihnya adalah asam lambung ku kambuh lagi and finally aku harus diopname trus rencana liburan untuk mengisi hari libur Lebaran yang udah direncanain 2 bulan yang lalu akhirnya batal. Kejadiannya gak asik banget lah, apalagi seminggu sebelum kepergian buat liburan malah disitu sakitnya datang. *mengapa ohh mengapa* Yaudah tiket PP dibatalin dan alhasil ada potongan yang lumayan banyak, dan mimpi indah buat liburannya terpaksa hanya dalam angan-angan aja. And finaly.... diopname di rumah sakit.  >.<

Seharusnya aku sedih banget sama keadaan ini. Udah diopname semalam aja namun tagihannya bengkak banget karna kemarin BPJS nya gak pake rujukan akhirnya harus jadi pasien umum daripada ribet urus ini itu dan memang ribet sih!. *masih belum ngerti sama hal ini*. Trus selama 2 hari aku milih istirahat dirumah Tulang/Paman aku karena masih belum kuat untuk balek dari Medan ke Sidikalang. Disamping itu tambah lagi planning liburannya yang harus batal. Seharusnya aku enak banget berontak trus marah-marah sama Tuhan kenapa pas mau detik-detik terakhir sakit ini harus datang. Tuhan ini memang gak bisa lihat orang senang kali ya!... >.< . Namun yang aku dapat malah aku merasa sangat diberkati oleh-Nya melalui kejadian-kejadian yang aku lalui ini. Meskipun rencana ku bukan rencana-Nya, namun aku diberkati oleh-Nya meskipun dalam keadaan sakit.

Saat aku istirahat selama 2 hari dirumah Tulang, aku sangat diberkati melalui kehidupan tulangku. Aku bodoh banget selama ini gak terlalu mengenal kehidupan dia. Saat Nantulang (isterinya Tulang) tengah cerita dengan ku, dia cerita bahwa setiap hari sehabis sarapan jam 7 pagi, mereka berdua selalu saat teduh. Setiap hari rutin begitu. "Waahhh Tuhan, seperti Tulang ini pasangan hidup yang aku doakan dan nantikan. Dia adalah pria yang takut akan Engkau" kata ku dalam hati. Lalu aku jujur ke Nantulang kalo aku merindukan dan sedang menantikan seorang pasangan hidup seperti Tulang ini. Disamping itu aku melihat Tulang dan Nantulang masih kelihatan awet muda dan semangat diusia mereka yang 79 tahun dan 73 tahun. Hal ini membuat aku semakin penasaran apa sih rahasianya sampe ada aja manusia seperti ini yang udah tua banget tapi badannya masih fit dan jarang sakit. Lalu aku berkaca pada diriku sendiri yang masih muda udah sakit mulu kerjaannya. Hal ini membuat aku merasa malu dan kalah jauh dari mereka.

Disuatu kesempatan disiang hari, kami ngobrol santai diteras rumah bersama Tulang, Nantulang dan anak laki-lakinya yang uda hampir separuh baya juga. Tulangku yang aku baru tau ternyata dia seorang Sintua (jabatannya masih dibawah Pendeta, biasanya ini ada di gereja suku), cerita bahwa Tuhan udah atur kalo aku emang harus sakit seperti ini dan cukup lama meskipun ini karena kesalahan pola hidupku yang lalu. Berserah, bersyukur, optimis, semangat dan tetap dekat dengan Tuhan adalah jalan untuk mendapat kesembuhan disamping juga harus menjaga pola makan. Karena hati yang gembira adalah obat, tetapi semangat yang patah keringkan tulang ( Amsal 17:22).  Lalu Tulang juga bercerita tentang rahasia awet muda mereka yaitu selalu sabar dalam menjalani hidup ini meskipun harus mengalami kesulitan, tetap bersyukur kepada Tuhan karena semuanya itu udah diatur oleh Tuhan. Gak perlu khawatir berlebihan karena itu gak baik dan gak akan menyelesaikan apa-apa. Lalu nantulang juga cerita bahwa ia sangat suka buah dan sayuran dan saat itu aku merespon bahwa aku sangat membatasi buah-buahan karena udah terkena asam lambung. Jadi hampir semua buah aku khawatirkan saking parnonya  >.< . Namun aku percaya itu semua butuh waktu untuk bisa pulih dan menyesuaikan diri sama buah-buahan. hehehe :p

Entah mengapa aku merasa gak nyesal meskipun harus batal liburannya karena sakit. Aku justru merasakan Tuhan sedang ajari aku akan arti hidup yang harus kumiliki untuk masa depanku daripada semua keinginan dagingku. Meskipun kesal planningnya batal, tapi sedihku karena sakit ini memang lebih besar sehingga saat itu aku gak ada waktu untuk memikirkan kesedihan karena batalnya rencana liburan itu. Yang aku rasakan malah damai sejahtera bisa tinggal selama 2 hari dirumah Tulang dan melihat kalo Tuhan tunjukkan kehidupan Tulang yang malah menjadi berkat buatku. :)

Melihat keluarga Tulang, aku percaya Tuhan tempatkan aku langsung untuk melihat seorang pria yang takut akan Dia secara nyata yang terlihat dari buah-buah Roh yang dia miliki. Kesabaran, hikmat, mengalah (istilah Bataknya "panganju"), dan seorang pemimpin Rohani dalam keluarga. Maybe God reminds me again. Lalu sebelum aku pulang, seperti biasanya sehabis sarapan pagi mereka ambil waktu buat saat teduh. Lalu Tulang mengajak ku dan sepupu yang menjaga aku selama sakit untuk ikut dalam saat teduh. Kami berdoa, bernyanyi,membaca firman, mendengarkan penjelasan firman, dan ditutup dengan doa syafaat. Kebetulan aku yang ditunjuk oleh Tulang untuk doa penutup dan sekaligus syafaat. Saat itu aku merasa Tuhan ingatin aku kembali akan saat teduh dan jam-jam doaku yang udah mulai gak teratur dan gak bergairah :( . Saat aku memandang wajahnya Tulang, aku ebrkata dalam hati :"Tuhan, seperti ini pria yang aku rindukan dan doakan. Tuntunlah aku kepda pria itu dan kami juga dapat bertumbuh bersama". Sama seperti prinsip ku, aku merindukan seorang pria yang takut akan Dia dan itu memang kelihatan dari buah yang dihasilkan. Aku merindukan sebuah keluarga yang hidup untuk Tuhan dan melayani-Nya serta memberi manfaat bagi orang lain. Namun sebelum aku bisa menemukan pria itu, memang yang terlebih dahulu aku yang harus dibentuk oleh Tuhan menjadi seorang wanita yang takut akan Dia. Sebelum kita ingin pria yang terbaik, kita memang harus terlebih dahulu harus menjadi yang terbaik. Kita harus mau diproses oleh Tuhan terlebih dahulu. :)

Lalu tentang penyakit ku ini, Tuhan memang selalu punya cara untuk tunjukin ke aku bahwa aku bukanlah penderita asam lambung yang paling sengsara didunia ini. Meskipun sakit ini adalah karena kesalahan ku tapi Dia tetap baik dan tetap mau kasih aku kesempatan buat memperbaiki diri dan Tuhan malah kasih kekuatan kepada ku bahwa aku pasti bisa sembuh meskipun hati ku mengeluh dan bilang ini udah impossible dan bahkan aku tanggung seumur hidup. Sakit ini akan seperti ini terus menerus sampai selamanya. Ditambah lagi aku udah menderita asam lambung ini selama 5 tahun dan sangat sering mengulah. :(

Suatu hari aku browsing tentang penyakitku yaitu Gastritis Antrum dengan Bile Reflux ( hasil endoskopi ). Nah, jadi ceritanya memang ini sakit udah di tahap kronis dan hampir sama dengan GERD (ring lambung udah longgar karena ototnya udah melemah). Yang aku baca, kalo penyakit ku longgarnya di klep bagian bawah, kalo GERD mungkin di klep bagian atas. Dari kesaksian seorang wanita yang pernah menderita GERD yang aku baca, ternyata aku sangat bersyukur bahwa sakitnya parah parah banget dan dia malah lebih menderita dari aku. Dan Puji Tuhan ternyata dia bisa sembuh!! bisa sembuh !!meskipun harus sangat menderita dan harus tetap taat menjaga pola makan, mengontrol pikiran dan hati, namun dia merasakan Tuhan bekerja dalam penyakitnya bahkan dalam hati dan pikirannya. "Luar biasa Tuhan, dia aja bisa Tuhan sembuhkan. Aku juga bisa seperti dia!". *iri* :p . Ketika aku membaca kesaksian dia hingga dia bisa sembuh, saat itu aku merasa Tuhan tanamkan suatu harapan dihatiku bahwa aku begitu sangat yakin bahwa aku bisa seperti dia. Aku pasti bisa sembuh dan aku bukan seorang diri penderita sakit yang sekian lama diderita :)

Aku sangat diberkati dan mendapatkan semangat kembali untuk dapat sembuh. Meskipun memang jujur aku ini masih aja bandel dan susah nahan selera makan apalagi sama pantangan (jadi sama aja omong kosong kan!) >.< . Tapi aku melihat sejak tahun 2012, 4,5 tahun kemudian aku diopname kembali meskipun karena aku bodoh dalam hal makanan. Aku memang bodoh karena banyak yang harus aku korbankan. Aku gak masuk kerja selama 4 hari dan pastinya duit juga terkuras dan badan semakin kurus. :( Aku sadar betul bahwa aku diuji Tuhan kembali agar aku semakin dekat kepada-Nya dan bertobat soal makanan. Namun Tuhan begitu mengasihiku, meskipun harus dihancurkan kembali namun Dia tetap memberkatiku. Meskipun aku sakit, aku tetap diberkati. Ternyata bukan hanya dalam keadaan sehat aja kita merasakan berkat Tuhan. Dalam keadaan sakitpun kita tetap diberkati oleh Nya baik melalui kesaksian orang lain, penghiburan, maupun semangat yang diberikan oeh orang lain.

Dan udah saatnya juga Tuhan suruh aku bertobat karena dari dulu gak tobat-tobat soal makanan. wkwk :p *bandel*. Dari kejadian ini, soal makanan aja aku lebih meminta hikmat kepada Tuhan. Aku juga lebih dilatih agar dapat menjaga pikiran tetap rileks dan hati yang berserah, tanpa mengkhawatirkan sakitku. Akhirnya aku liburan dirumah aja, aku bisa istirahat, baca firman Tuhan, perbanyak komunikasi sama Bapa, sharing kebaikan Tuhan, dan pastinya mengalami kasih Tuhan setiap hari :)

Terimakasih Tuhan karena Engkaulah Tuhan Penyembuhku.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Perlukah Kita Mendesak Waktunya Tuhan???

Kemarin aku dengar curhat nya mama. Mama bilang kalau abang ku yang bisa dikatakan sudah sedikit berumur (31) bilang ke mama bahwa dia suda...