Jumat, 22 Juli 2016

Lady in Waiting (Wanita yang Memiliki Rasa Aman)

Wanita lajang yag dengan rajin dan setia "mengejar prianya" akan menemukan kekecewaan dan kesakitan.

Ruth seorang lajang, muda dan janda pasti telah mengalami kerinduan dan kesepian akan kehangatan seorang suami. Tetapi ia hidup dalam kemenangan atas keinginan untuk "berburu pria". Sebaliknya ia duduk diam dan membiarkan Allah membawa pangerannya kepada dia. Rut adalah wanita yang memiliki rasa aman.


 Ladies, terkadang masa lajang yang mungkin begitu lama menurut kita membuat perasaan menjadi gelisah dan mulai bertanya kapan Tuhan mengirimkan pangeran kita agar dengan segera kita menikah dengannya. Namun jika kita belum menemukan jawaban, maka mungkin muncul dalam pikiran kita untuk mulai mengejar pria lajang atau istilahnya mulai memancing pria itu agar mendekati dan merebut hati kita. Kita mungkin mulai tebar pesona dan bahkan mulai menurunkan standard kita dengan kesingelan ini dan berharap ada pria yang mulai penasaran dengan kita dan akhirnya memulai serangan pendekatan. Kemudian kita mulai merasa terpancing dan bahkan welcome dengan pria tersebut. Dalam hati kita mungkin berkata: "Ya Tuhan.. mungkin ini pria itu. Aku mau mengenal dia dan semoga ini yang terbaik." .  Akhirnya kita yang menjadi lebih agresif ketimbang si pria itu karena takut dia akan lari dan menghilang kalo tidak merespon dia dengan cepat!


Ladies, jujur aku pernah melakukan hal seperti ini karena merasa sudah lumayan lama hidup dalam masa lajang akhirnya tiba suatu masa aku mulai kompromi memainkan perasaan dengan pria yang tidak didalam Tuhan. Aku sedikit mulai tebar pesona dan narsis! wkwk :p Akhirnya apa yang terjadi??? Yaaahhh, Tuhan tau apa isi hatiku bahwa aku sebenarnya belum siap untuk membina hubungan. Aku mulai gelisah karena umur yang sedikit mulai bertambah dan melihat banyak teman sebaya bahkan adik kelas yang udah menikah terlebih dahulu ditambah lagi pertanyaan dari lingkungan: "kapan menikah?" sungguh menyebalkan!! >.<  . Akhirnya aku mulai mencoba menumbuhkan kasih yang belum waktunya Tuhan izinkan dan yang ada rasa kasih itu malah gak pernah muncul dihatiku. Aku memaksa namun gak bisa! Akhirnya aku meminta  maaf kepada Tuhan karena mulai mendahului waktu dan caranya. Akhirnya aku mulai belajar untuk menyerahkan "Pena Cinta ku" kepada-Nya. Biarkan Dia yang menuliskan cerita cintaku dengan cara Nya sendiri, bukan dengan cara ku yang penuh kegelisahan. Aku mulai belajar untuk memiliki rasa aman dan mempercayakan kepada Tuhan bahwa Dia yang pegang kendali.

Rasa tidak aman menyebabkan Anda bergantung pada suatu hubungan. Anda merasa kurang yakin kecuali Anda memiliki seorang pria.

Para wanita, Allah memberimu pilihan: rencana-Nya atau rencanamu.

Serahkanlah bebanmu yang mengerikan, beban karena selalu menuntut kehidupan sesuai dengan syarat-syaratmu. Jangan sampai kelak Anda melihat ke belakang dan menyesal Anda membuat keputusan tentang "teman hidup" dengan sudut pandang yang terbatas, karena Anda rindu mendapat rasa aman dari suatu hubungan. Allah dapat dan akan memberimu yang terbaik dari-Nya jika Anda menantikannya.

Elisabeth elliot mengatakan bahwa ia sering ditanya, "Apa yang harus aku lakukan agar dia memperhatikan aku?"

Catat baik-baik nasihat yang ia berikan:

"Jawabanku adalah "tidak ada". Tidak ada yang dapat dilakukan kepada si pria."
"Jangan meneleponnya. Jangan menulis surat pesan pendek dengan membubuhi gambar wajah tersenyum atau sebuah bunga atau ikan dibawah tanda tangan lalu meletakannya di kotak pos kampus. ..... jangan, jangan, dan jangan........... "

"Ada satu hal yang dapat Anda lakukan: serahkan seluruh urusan pada Allah. Jika dia pria yang Allah miliki bagimu, Ia tidak menahan kebaikan dari orang yang hidup tidak bercela". (Mazmur 84:12). Arahkan energimu pada ketaatan, bukan untuk mengikat pria itu, Allah memiliki metodenya sendiri untuk mempertemukan kalian berdua. Ia tidak memerlukan pertolongan atau nasihat darimu." 

Untuk menjaga sudut pandang kita, makan kalimat ini sangat tepat buat para wanita lajang

"Dengan Yesus di tempat pertama dan pacarku ditempat kedua, aku akan mempunyai damai dan rasa aman abadi"

Belajar duduk tenang
Beristirahat dalam kehendak-Nya
Yakin untuk berdiam
Dengan Dia disampingku
Menolak manipulasi
Menantikan hanya ketapan-ketetapan-Nya
_JMK_

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Perlukah Kita Mendesak Waktunya Tuhan???

Kemarin aku dengar curhat nya mama. Mama bilang kalau abang ku yang bisa dikatakan sudah sedikit berumur (31) bilang ke mama bahwa dia suda...