Jika melihat kondisi lingkungannya, Rut mempunyai alasan yang sempurna untuk merasa tidak puas. Keadaannya menjadi janda pada usia muda, menyediakan tempat berkembang biak yang tepat bagi rasa mengasihani diri dan kepahitan. Namun karena rasa puas menghadapi tugasnya setiap hari, Rut mendapatkan perhatian dan berkat dari pria yang paling memenuhi syarat dikota itu.
Misteri rasa puas seringkali nampaknya menghindar dari pengertian seorang wanita lajang. Dia mengasumsikan bahwa keadaannya membenarkan kondisinya dan mengizinkannya tetap tidak puas dengan tugas-tugas kehidupannya. Karena tidak pernah belajar menyerahkan beban berat yang diakibatkan tuntutannya untuk mendapatkan kehidupan seperti yang diinginkannya, maka ia terus bergumul dengan siksaan keinginan-keinginannya.
Seorang wanita dalam penantian mendapati kapasitasnya untuk menantikan yang terbaik dari Allah berakar dari rasa puas.
Apakah Anda menikah atau lajang, kunci untuk menikmati saat ini berkaitan dengan rasa puas batiniahmu. Kalau kesenangan Anda bergantung pada definisi yang Anda tentukan sendiri, pembatasan-pembatasan yang buruk itu akan berakibat pada kegembiaraan yang hampa. Ketiadaan rasa puas adalah akibat dari beban mengerikan yang terjadi karena menginginkan hidupmu seperti definisi Anda sendiri.
Rasul Paulus saat tinggal dalam sebuah penjara bawah tanah yang gelap dan lembab, menuliskan misteri rasa puas yang tidak bergantung pada keadaan. Dia menggambarkan rahasia ini sebagai "proses belajar" dimana ia dengan rela menyerahkan dan bukannya menentang keadaan itu;
Filipi 4:11-13
Kukatakan ini bukanlah karena kekurangan, sebab aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan. Aku tahu apa itu kekurangan dan aku tahu apa itu kelimpahan. Dalam segala hal dan dalam segala perkara tidak ada sesuatu yang merupakan rahasia bagiku; baik dalam hal kenyang, maupun dalam hal kelaparan, baik dalam hal kelimpahan maupun dalam hal kekurangan. Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.
Menikah atau lajang, orang itu harus belajar bahwa Yesus lah yang menguatkan Anda untuk berjalan didalam keadaan yang paling menyenangkan atau yang paling suram. Rasa puas yang sejati itu dipelajari. Kelas tempat Anda belajar adalah kehidupan Anda sehari-hari. Belajar masa puas akan membutuhkan kebergantungan penuh pada Yesus, karena keadaan-keadaan yang sulit tanpa kekuatan Yesus akan dapat merampas potensi rasa puasmu.
Mari belajar untuk tetap merasa puas dengan memiliki Yesus dalam kehidupan kita :)
Misteri rasa puas seringkali nampaknya menghindar dari pengertian seorang wanita lajang. Dia mengasumsikan bahwa keadaannya membenarkan kondisinya dan mengizinkannya tetap tidak puas dengan tugas-tugas kehidupannya. Karena tidak pernah belajar menyerahkan beban berat yang diakibatkan tuntutannya untuk mendapatkan kehidupan seperti yang diinginkannya, maka ia terus bergumul dengan siksaan keinginan-keinginannya.
Seorang wanita dalam penantian mendapati kapasitasnya untuk menantikan yang terbaik dari Allah berakar dari rasa puas.
Apakah Anda menikah atau lajang, kunci untuk menikmati saat ini berkaitan dengan rasa puas batiniahmu. Kalau kesenangan Anda bergantung pada definisi yang Anda tentukan sendiri, pembatasan-pembatasan yang buruk itu akan berakibat pada kegembiaraan yang hampa. Ketiadaan rasa puas adalah akibat dari beban mengerikan yang terjadi karena menginginkan hidupmu seperti definisi Anda sendiri.
Rasul Paulus saat tinggal dalam sebuah penjara bawah tanah yang gelap dan lembab, menuliskan misteri rasa puas yang tidak bergantung pada keadaan. Dia menggambarkan rahasia ini sebagai "proses belajar" dimana ia dengan rela menyerahkan dan bukannya menentang keadaan itu;
Filipi 4:11-13
Kukatakan ini bukanlah karena kekurangan, sebab aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan. Aku tahu apa itu kekurangan dan aku tahu apa itu kelimpahan. Dalam segala hal dan dalam segala perkara tidak ada sesuatu yang merupakan rahasia bagiku; baik dalam hal kenyang, maupun dalam hal kelaparan, baik dalam hal kelimpahan maupun dalam hal kekurangan. Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.
Menikah atau lajang, orang itu harus belajar bahwa Yesus lah yang menguatkan Anda untuk berjalan didalam keadaan yang paling menyenangkan atau yang paling suram. Rasa puas yang sejati itu dipelajari. Kelas tempat Anda belajar adalah kehidupan Anda sehari-hari. Belajar masa puas akan membutuhkan kebergantungan penuh pada Yesus, karena keadaan-keadaan yang sulit tanpa kekuatan Yesus akan dapat merampas potensi rasa puasmu.
Mari belajar untuk tetap merasa puas dengan memiliki Yesus dalam kehidupan kita :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar