Minggu, 17 Juli 2016

Lady in Waiting (Wanita yang Beriman)

Apakah sekarang Anda tinggal disuatu tempat dimana Anda membutuhkan "mata iman" berkaitan dengan kemungkinan akan teman hidup?

Belajar dari kisah Rut melalui pengalaman yang menyakitkan dimana ia harus menjadi seorang janda. Rut yang akhirnya memilih untuk ikut dengan ibu mertuanya Naomi untuk kembali ke Betlehem. Rut memilih untuk percaya kepada Allah mengenai masa depannya. Ia melihat tidak dengan pandangan fisik, tetapi dengan "mata iman". Walau iman Rut kepada Allah masih sangat muda, untuk masa depan yang tidak dapat ia lihat dengan matanya, Rut memilih untuk percaya dengan hatinya. Pagi pertama di Betlehem Rut tidak sengaja berhenti di ladang yang dimiliki Boas. Dihari yang sama, Boas "kebetulan" mengunjungi ladang yang sama. Pertemuan mereka bukanlah sebuah kecelakaan atau hasil dari ketangkasan wanita. Sebaliknya itulah pekerjaan Allah yang berdaulat.


Ladies, untuk menjadi seorang wanita yang beriman memang sangat sulit apalagi melihat detak-detik umur yang semakin bertambah sehingga menjalani hari dengan mata iman memerlukan kekuatan yang lebih ekstra untuk itu. Terkadang kita menjadi tidak sabar untuk menantikan waktu Tuhan dan akhirnya kita mendahului waktu Nya. Terkadang muncul rasa ingin memaksa agar Tuhan dengan segera mempertemukan kita dengan pria itu, dan bahkan kita malah menurunkan standard PH yang penting kita menikah dengan segera. 

Jika Yesus ingin Anda segera menikah, Ia akan memfasilitasi perjumpaan itu. Anda tidak perlu takut akan apa pun kecuali Anda menghalangi jalan-Nya dan mencoba "menulis naskahmu" dan bukan mengikuti-Nya. Yesus yang paling memperhatikanmu dalam hati. Ia rindu memberkatimu dengan memberikan yang terbaik bagimu.

"Aku benar-benar tahu bahwa menantikan Allah membutuhkan kerelaan untuk menanggung ketidakpastian, membawa di dalam diri pertanyaan yang tak terjawab, mengangkat hati kepada Allah mengenainya setiap kali itu menyusup ke dalam pikiran" _Elisabeth Elliot_

Setiap kali Anda diserang oleh kegelisahan masa lajang, ambillah waktu untuk menyerahkan kekuatiran itu pada tempatnya. Seperti 1 Petrus 5:7 katakan: "Serahkanlah segala kekuatiranmu kepda Nya, sebab Ia yang memelihara kamu." Kekuatiran tentang ketiadaan teman hidupmu yang menyelusup ini bukanlah kenyataan, tetapi suatu kelemahan yang dapat ditangani oleh Kenyataan Yang Lebih Besar. Segeralah datang kepada Yesus begitu penyusup itu tiba. Praktek semacam itu akan memperkuat kehidupanmu sebagai Wanita yang Beriman. Rangkullah malam-malam tanpa kencan dan dengan iman beristirahatlah dalam kesetiaan-Nya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Perlukah Kita Mendesak Waktunya Tuhan???

Kemarin aku dengar curhat nya mama. Mama bilang kalau abang ku yang bisa dikatakan sudah sedikit berumur (31) bilang ke mama bahwa dia suda...