Dalam buku Lady in Waiting yang aku baca, sekilas bercerita tentang Tim dan Susan yang mulai berkencan. Susan menyadari betapa dalamnya ia mengasihi Tim. Kemudian Susan mulai berkompromi dengan melakukan kontak fisik di awal lalu karena takut kehilangan Tim, akhirnya Susan "memberikan seluruhnya" dengan harapan Tim akan semakin melekat dalam kasih yang dalam satu sama lain.
Namun kenyataannya???
Tim tidak lagi lembut dan Susan merasa seakan-akan Tim itu orang yang asing! Susan ingin sekali mengambil kembali hartanya dan mengulang kembali malam itu!
---Sekian Ceritanya---
Ladies, wanita yang murni ini ditekankan dalam hal "kekudusan". Jangankan dalam kehidupan yang nyata, dalam Alkitab saja udah jelas dikisahkan dalam 2 Samuel 13:1-22 tentang Amnon yang sangat tergoda dengan Tamar seorang perawan yang cantik. Setelah memperkosa Tamar, yang timbul malah kebencian Amnon kepada Tamar.
Setelah memperkosa si Tamar, kemudian timbullah kebencian yang sangat besar pada Amnon terhadap gadis itu , bahkan lebih besar benci yang dirasanya kepada gadis itu daripada cinta yang dirasanya sebelumnya. Lalu Amnon berkata kepadanya : "Bangunlah, enyahlah!"(ayat 15)
Mengapa kita harus menunggu?
Karena Allah melindungi kita dari konsekuensi yang diakibatkan oleh seks sebelum pernikahan. Konsekuensinya bisa bersifat fisik, emosi, relasional, dan rohani.
1. Fisik
Allah ingin melindungi kita dari seks yang nantinya akan mengakibatkan kehamilan yang tidak diinginkan. Dia ingin melindungi kita agar jangan berdosa terhadap tubuh dan kecanduan seks pra nikah.
1 Korintus 6:18
"jauhkanlah dirimu dari percabulan! Setiap dosa lain yang dilakukan manusia, terjadi diluar dirinya. Tetapi orang yang melakukan percabulan berdosa terhadap dirinya sendiri."
2. Emosi
Allah ingin menghindarkan hatimu agar tidak tercabik oleh pria manapun. Betapa Bapa menjaga emosimu dari perasaan-perasaan yang mengancam keberadaan emosimu serta menghancurkannya. Allah juga ingin melindungimu dari perasaan tertuduh.
Setelah seks pra nikah, biasanya akan muncul beberapa keraguan yang mengintai. Apakah ia masih mencintaiku? Bagaimana jika orang tua ku tahu? Jika kami putus, akankah teman kencanku berikutnya mengetahuinya?
Siang dan malam ketakutan ini akan dapat bermain didalam pikiran serta emosi Anda.
Beban emosi yang ditimbulkan oleh perasaan tertuduh, ketakutan dan keraguan seringkali diperumit dengan banyak emosi yang lain seperti penolakan, kepahitan, depresi, dan kecurigaan. Biarlah Allah melindungimu.
3. Relasi
Seks pra nikah juga membawa konsekuensi yang akan tetap tersembunyi sampai Anda menikah. Waktu suatu pasangan terlibat seks sebelum menikah, mereka menekan hati nurani dengan rasionalisasi bahwa akhirnya mereka akan menikah juga. Tidak ada penguasaan diri sebelum menikah adalah percabulan.
Ada dua lagi konsekuensi dalam hal relasi yang akan menyangkut kelaurgamu dimasa sekarang dan masa depan. Pikirkan betapa malunya orang tuamu akan pilihan seksualmu. Juga bagaimana dengan anak-anak masa depanmu.
Akhirnya, jika Anda menikah dengan pria yang telah membuka hadiahmu untuk pertama kali, Anda akan membawa kenangan pria itu kedalam pernikahanmu. Allah ingin Anda memiliki sukacita saat berkata kepada ksatriamu dimalam pernikahan yang istimewa itu.
4. Rohani
Nafsu membuat kita sulit melihat bahwa Allah juga menata batasan-batasan fisik untuk melindungimu secara rohani.
Ibrani 13:4
"Hendaklah kamu semua kamu penuh hormat terhadap perkawinan dan janganlah kamu mencemarkan tempat tidur, sebab orang-orang sundal dan pezinah akan dihakimi Allah"
Allah tidak bermaksud agar Anda menyangkali kenikmatan. Dia melindungimu sehingga Anda dapat menikmati kesehatan fisik, kestabilan emosi, keintiman relasi dan berkat-berkat rohani. Jika Anda menikah, Dia ingin Anda bertumbuh lebih mengasihi suamimu seiring dengan tahun-tahun yang berlalu. Dia ingin Anda hidup dalam kepercayaan penuh akan satu sama lain. Ia ingin Anda menghabiskan seumur hidup dalam kasih dan bukannya dalam konsekuensi akibat satu malam singkat nafsu yang tidak terkendali.
Ladies, aku pribadi juga pernah gak kudus dalam berpacaran. Meskipun gak sampai jatuh dalam dosa seks pra nikah, namun ketidakkudusan seperti kontak fisik, dan ciuman membuat aku menyesal dan sangat berdosa apalagi setelah putus dengan mantan . Pasti adakan yang seperti itu?? hayooo jujur!! wkwkwk :p .
But, aku datang kepada Tuhan dan meminta ampun. Dia mengasihiku dan mengampuni ku bahkan memulihkanku. Saat aku mulai mengenal Tuhan, Dia singkapkan banyak kebenaran kepadaku tentang kekudusan kalo ternyata aku dulu gak kudus dalam berpacaran. Tuhan mulai ajari aku mana hubungan atas dasar nafsu dan atas kasih Allah. Gak sampai disitu aja, Tuhan juga ajari aku to be a Godly Woman dan belajar untuk lebih mencintai Tuhan daripada menyerahkan hatiku begitu saja kepada seorang pria. Aku ingin Yesus yang menjadi Tuhan atas hubunganku dan aku menantikan a real man yang benar-benar berasal dari Tuhan yang juga tetap menjaga komitment untuk hidup kudus.
Amin :)
Namun kenyataannya???
Tim tidak lagi lembut dan Susan merasa seakan-akan Tim itu orang yang asing! Susan ingin sekali mengambil kembali hartanya dan mengulang kembali malam itu!
---Sekian Ceritanya---
Ladies, wanita yang murni ini ditekankan dalam hal "kekudusan". Jangankan dalam kehidupan yang nyata, dalam Alkitab saja udah jelas dikisahkan dalam 2 Samuel 13:1-22 tentang Amnon yang sangat tergoda dengan Tamar seorang perawan yang cantik. Setelah memperkosa Tamar, yang timbul malah kebencian Amnon kepada Tamar.
Setelah memperkosa si Tamar, kemudian timbullah kebencian yang sangat besar pada Amnon terhadap gadis itu , bahkan lebih besar benci yang dirasanya kepada gadis itu daripada cinta yang dirasanya sebelumnya. Lalu Amnon berkata kepadanya : "Bangunlah, enyahlah!"(ayat 15)
Mengapa kita harus menunggu?
Karena Allah melindungi kita dari konsekuensi yang diakibatkan oleh seks sebelum pernikahan. Konsekuensinya bisa bersifat fisik, emosi, relasional, dan rohani.
1. Fisik
Allah ingin melindungi kita dari seks yang nantinya akan mengakibatkan kehamilan yang tidak diinginkan. Dia ingin melindungi kita agar jangan berdosa terhadap tubuh dan kecanduan seks pra nikah.
1 Korintus 6:18
"jauhkanlah dirimu dari percabulan! Setiap dosa lain yang dilakukan manusia, terjadi diluar dirinya. Tetapi orang yang melakukan percabulan berdosa terhadap dirinya sendiri."
2. Emosi
Allah ingin menghindarkan hatimu agar tidak tercabik oleh pria manapun. Betapa Bapa menjaga emosimu dari perasaan-perasaan yang mengancam keberadaan emosimu serta menghancurkannya. Allah juga ingin melindungimu dari perasaan tertuduh.
Setelah seks pra nikah, biasanya akan muncul beberapa keraguan yang mengintai. Apakah ia masih mencintaiku? Bagaimana jika orang tua ku tahu? Jika kami putus, akankah teman kencanku berikutnya mengetahuinya?
Siang dan malam ketakutan ini akan dapat bermain didalam pikiran serta emosi Anda.
Beban emosi yang ditimbulkan oleh perasaan tertuduh, ketakutan dan keraguan seringkali diperumit dengan banyak emosi yang lain seperti penolakan, kepahitan, depresi, dan kecurigaan. Biarlah Allah melindungimu.
3. Relasi
Seks pra nikah juga membawa konsekuensi yang akan tetap tersembunyi sampai Anda menikah. Waktu suatu pasangan terlibat seks sebelum menikah, mereka menekan hati nurani dengan rasionalisasi bahwa akhirnya mereka akan menikah juga. Tidak ada penguasaan diri sebelum menikah adalah percabulan.
Ada dua lagi konsekuensi dalam hal relasi yang akan menyangkut kelaurgamu dimasa sekarang dan masa depan. Pikirkan betapa malunya orang tuamu akan pilihan seksualmu. Juga bagaimana dengan anak-anak masa depanmu.
Akhirnya, jika Anda menikah dengan pria yang telah membuka hadiahmu untuk pertama kali, Anda akan membawa kenangan pria itu kedalam pernikahanmu. Allah ingin Anda memiliki sukacita saat berkata kepada ksatriamu dimalam pernikahan yang istimewa itu.
4. Rohani
Nafsu membuat kita sulit melihat bahwa Allah juga menata batasan-batasan fisik untuk melindungimu secara rohani.
Ibrani 13:4
"Hendaklah kamu semua kamu penuh hormat terhadap perkawinan dan janganlah kamu mencemarkan tempat tidur, sebab orang-orang sundal dan pezinah akan dihakimi Allah"
Allah tidak bermaksud agar Anda menyangkali kenikmatan. Dia melindungimu sehingga Anda dapat menikmati kesehatan fisik, kestabilan emosi, keintiman relasi dan berkat-berkat rohani. Jika Anda menikah, Dia ingin Anda bertumbuh lebih mengasihi suamimu seiring dengan tahun-tahun yang berlalu. Dia ingin Anda hidup dalam kepercayaan penuh akan satu sama lain. Ia ingin Anda menghabiskan seumur hidup dalam kasih dan bukannya dalam konsekuensi akibat satu malam singkat nafsu yang tidak terkendali.
Ladies, aku pribadi juga pernah gak kudus dalam berpacaran. Meskipun gak sampai jatuh dalam dosa seks pra nikah, namun ketidakkudusan seperti kontak fisik, dan ciuman membuat aku menyesal dan sangat berdosa apalagi setelah putus dengan mantan . Pasti adakan yang seperti itu?? hayooo jujur!! wkwkwk :p .
But, aku datang kepada Tuhan dan meminta ampun. Dia mengasihiku dan mengampuni ku bahkan memulihkanku. Saat aku mulai mengenal Tuhan, Dia singkapkan banyak kebenaran kepadaku tentang kekudusan kalo ternyata aku dulu gak kudus dalam berpacaran. Tuhan mulai ajari aku mana hubungan atas dasar nafsu dan atas kasih Allah. Gak sampai disitu aja, Tuhan juga ajari aku to be a Godly Woman dan belajar untuk lebih mencintai Tuhan daripada menyerahkan hatiku begitu saja kepada seorang pria. Aku ingin Yesus yang menjadi Tuhan atas hubunganku dan aku menantikan a real man yang benar-benar berasal dari Tuhan yang juga tetap menjaga komitment untuk hidup kudus.
Amin :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar